SuaraTasikmalaya.id – Amanda Manopo diketahui sudah tidak tergabung dalam sinetron Ikatan Cinta.
Meskipun demikian, popularitas Amanda kian meningkat. Pasalnya, kini dirinya sering diundang ke berbagai acara televisi dan mendapatkan banyak tawaran pekerjaan.
Namun, baru-baru ini beredar kabar bahwa Amanda kembali ke lokasi Syuting Ikatan Cinta, bahkan dirinya langsung dipeluk oleh partner lamanya di sinetron tersebut, Arya Saloka.
Kabar ini disebarkan melalui tayangan video kanal YouTube Masyuda YT yang memiliki 107 ribu pengikut.
Video tersebut tayang dan diunggah pada Senin (13/3/23).
“Siang Ini! Amanda Manopo Kunjungi Lokasi Syuting IC, Arya Saloka Tak Canggung Langsung Peluk Amanda,” tulis sang pemilik akun pada judul tayangan tersebut.
Tayangan itu berisi thumbnail yang menampilkan Amanda Manopo sedang berfoto bersama Arya Saloka di lokasi syuting, lengkap dengan para kru berada di belakang mereka.
Dalam thumbnail tersebut dilengkapi pula dengan logo RCTI dan YouTube Cumi-cumi yang tujuannya untuk membuat penonton percaya.
Video tersebut berdurasi 8 menit dan telah ditonton lebih dari 2 ribu kali
Namun, apakah Amanda Manopo benar-benar datang ke lokasi syuting dan berpelukan dengan Arya Saloka?
CEK FAKTA:
Faktanya, Amanda Manopo tidak kembali syuting sinetron Ikatan Cinta.
Dalam acara Anak Sekolah yang tayang di kanal YouTube TRANS7 OFFICIAL (3/3/23), Amanda juga sudah mengonfirmasi bahwa dirinya tidak kembali berperan di sinetron Ikatan Cinta, lantaran karakter Andin yang ia mainkan dikisahkan sudah meninggal.
Video yang diunggah oleh YouTube Masyuda YT ini justru hanya berisi potongan-potongan adegan sinetron Ikatan Cinta yang digabung menjadi satu.
Kesimpulan
Tayangan video yang dibagikan YouTube Masyudi YT itu menampilkan informasi yang tidak benar atau tergolong ke dalam berita hoaks.
Judul yang disajikan hanya dibuat untuk memancing para penonton sehingga tertarik menyaksikan video tersebut dan pemilik akun meraup keuntungan.
Sangat disayangkan, kanal YouTube dengan pengikut lebih dari 100 ribu menampilkan informasi yang salah.
Oleh karena itu, para pembaca dianjurkan untuk tidak mudah percaya dan lebih baik mengecek terlebih dahulu informasi dari beragam sumber yang kredibel.
Editor: Kang DAR