- Presiden Prabowo mengumumkan pembangunan ekosistem mobil listrik nasional di Purwakarta-Subang dengan target produksi massal tahun 2028.
- Proyek tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan impor energi dan menekan pengeluaran devisa negara untuk pembelian bahan bakar minyak.
- Pemerintah berencana menyiapkan skema tukar tambah agar masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik yang lebih hemat biaya.
Suara.com - Ekosistem mobil listrik nasional sedang dibangun di kawasan Purwakarta-Subang, Jawa Barat, dengan target produksi besar-besaran paling lambat pada 2028.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto di sela-sela peresmian proyek Motor Listrik Nasional di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (3/8/2026).
“Kalau tidak salah tidak jauh dari sini, perjalanan ke Purwakarta Subang di kilometer 84 ada kompleks besar kita sedang bangun mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran,” kata Prabowo dalam acara yang dihelat di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (Alva), anak usaha Indika Group.
Prabowo menilai pembangunan ekosistem kendaraan listrik tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia mengembangkan teknologi dan mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar sehingga harus mampu mengelola kekayaan tersebut dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut,” ujarnya.
Prabowo mengatakan pengembangan kendaraan listrik perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari motor, mobil, bus, hingga traktor listrik, sehingga penggunaan listrik sebagai sumber energi utama dapat semakin luas.
Ia menyebut Indonesia setiap tahun mengeluarkan devisa sekitar 28-30 miliar dolar AS untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), sehingga pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri.
“Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengapresiasi kelompok usaha yang berani mengembangkan industri motor listrik nasional meskipun menghadapi persaingan dari negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China.
Prabowo mengatakan penggunaan motor listrik dapat memberikan penghematan biaya mobilitas harian minimal 50 persen dibandingkan motor berbahan bakar bensin, bahkan dapat mencapai 70 persen.
“Memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu. Minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya,” katanya.
Pemerintah, kata Prabowo, juga akan menyiapkan skema untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik, termasuk kemungkinan tukar tambah kendaraan lama dengan kendaraan baru.
Selain kendaraan listrik, pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt (GW) dalam empat tahun serta mendorong pengurangan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel.
Prabowo juga mengapresiasi pencapaian produsen motor listrik nasional yang telah memproduksi 20.000 unit dan mendorong peningkatan produksi hingga 200.000 unit dan selanjutnya mencapai 2 juta unit.