Pangersa Abah mengazamkan niat bershoum setelah purna pelaksanaan sholat tarowih pertama dengan lafal: “Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita’ala”
SHAHUR atau tidak dan pukul berapa?
Pangersa Abah selalu bersahur karena sahur bukan sekedar makan sahur agar kuat bershaum melainkan sahur itu sendiri bagian dari ibadah dan untuk keberkahan shoum kita. Sabda Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam yang masyhur: “tasaharru fainna fi tasahhur barokah” (bersahurlah karena dengan begitu ada limpahan berkah).
Pangersa Abah Aos melaksanakan sahur secara istiqomah pada pukul tiga dini hari. Jadi pukul tiga itu bukan bangun untuk sahur tapi sudah mulai menyantap sahur.
TADARRUS dan KHOTAM Al Quran sebelum hari kesepuluh 10 bulan romadhon.
Kesenengan Pangersa Abah adalah tadarrus (membaca) Al Quran. Pernah suatu Pangersa Abah berkisah, sebelum tiba hari Manaqiban di Pesantren SIRNARASA Pangersa sudah tamat (khotam) Al Quran. Sambil menunggu shubuh biasa bertadarus dan waktu-waktu senggang. (*)