SuaraTasikmalaya.id- Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah, pada bulan ini umat muslim dituntut untuk melaksanakan ibadah puasa.
Banyak sekali hal-hal yang dapat membatlakan puasa, satu diantaranya makan dan minum di siang hari.
Namun, apakah perilaku ghibah menjadi satu diantara hal yang dapat membatalkan ibadah puasa?.
Dalam video yang diupload di kanal Youtube Moslem Nearer, Ustadz Firanda Andirja menerangkan persoalan ghibah, apakah bisa membatalkan puasa atau tidak.
Pada videonya tersebut Ustadz Firanda menjawab pertanyaan dari seorang jamaah mengenai persoalan tersebut.
Ustadz Firanda mengatakan bahwa ghibah tidak membatalkan puasa, tapi mengurangi pahala puasa.
“Ghibah tidak membatalkan puasa, tapi mengurangi pahala dalam berpuasa, karena ghibah berkaitan dengan maksiat dan seluruh maksiat mengurangi pahala puasa,” ungkap Ustadz Firanda Andirja pada yang diupload di kanal Youtube Moslem Nearer.
Ustadz Firanda juga mengutip salah satu dari sabda Nabi SAW.
Ashiyaamu Junnatun falaa yarfatsu walaa yashkhab. Wafii riwaayah: Walaa yajhal, wainiimru'un qaatalahu aw syaatamahu falyaqul: innay shoo'immun marratayni
Baca Juga: Cha Eun Woo ASTRO Tolak Peran di Drama Korea Bulk, Penggemar Mengaku Kecewa
Artinya : Puasa adalah perisai. Maka (orang yang melaksanakannya) janganlah berbuat kotor (rafats) dan jangan pula ribut-ribut.” Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Dan jangan berbuat bodoh.” “Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka katakanlah aku sedang shaum (ia mengulang ucapannya dua kali).” (HR. Al-Bukhari No. 1894; HR. Muslim No. 1151)
Ustadz Firanda juga menegaskan, seseorang yang sedang berpuasa sebaiknya berhati-hati dengan pandangan, perbuatan serta lisannya, karena itu bisa mengurangi pahala ibadah puasanya. (*)