SUARA TASIKMALAYA – Hari ini, berita tentang kasus pembunuhan yang menghebohkan, yang melibatkan Jessica yang dituduh sebagai pelaku dalam kematian Mirna Salihin, menjadi perbincangan hangat di seluruh negeri.
Namun, apa yang membuat cerita ini semakin menarik adalah upaya Otto Hasibuan, pengacara Jessica, untuk memperjuangkan grasi bagi kliennya dengan syarat yang tak terduga.
Otto Hasibuan, pengacara yang dikenal sebagai salah satu pengacara terkemuka di Indonesia, telah lama berjuang untuk membantu Jessica mendapatkan grasi. Namun, syarat yang dia ajukan kepada kliennya kemungkinan besar akan membuat banyak orang tercengang.
Dikutip dari Instagram rumpigosip pada Jumat (6/10/2023), Otto Hasibuan meminta agar Jessica mengakui dirinya sebagai pelaku pembunuhan Mirna untuk mendapatkan grasi. Permintaan ini, tentu saja, mengguncang semua pihak yang mengikuti kasus ini.
Namun, jawaban Jessica terhadap syarat yang diberikan oleh Otto Hasibuan mengungkapkan ketegasan dan kepercayaan diri yang luar biasa.
Dengan air mata di matanya, Otto Hasibuan memberikan syaratnya kepada Jessica, namun jawaban yang keluar dari bibir Jessica membuatnya terkejut dan tak bisa menahan tangisnya.
"Om maaf, saya tak mau akui perbuatan yang tak pernah saya lakukan," kata Jessica dengan tegas yang diungkap oleh Otto Hasibuan.
Keputusan Jessica untuk tetap mempertahankan bahwa dia tak bersalah dan menolak untuk mengaku sebagai pelaku dalam pembunuhan Mirna merupakan pukulan besar bagi upaya pengacaranya untuk memperjuangkan grasi. Hal ini juga membuat publik semakin penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus ini.
Kisah emosional di balik kasus Mirna ini tetap menjadi perbincangan hangat di seluruh negeri, dengan banyak orang yang mengikuti perkembangan terbaru.
Kasus ini telah berlangsung selama beberapa tahun, dan tampaknya masih akan terus menjadi fokus perhatian masyarakat dalam waktu yang akan datang.
Jessica yang tetap teguh dengan pendiriannya dan Otto Hasibuan yang terhanyut dalam emosinya menunjukkan betapa rumitnya kasus ini dan betapa kuatnya keyakinan keduanya.
Masyarakat akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dengan ketat, menunggu keputusan akhir yang akan diambil dalam peradilan yang sedang berlangsung. (*)