Studi: Sering Menggunakan Twitter Bisa Picu Halusinasi

Liberty Jemadu

Kamis, 07 Agustus 2014 | 16:40 WIB
Studi: Sering Menggunakan Twitter Bisa Picu Halusinasi
Ilustrasi Twitter (Shutterstock).

Suara.com - Terlalu sering menggunakan media sosial Twitter ternyata bisa menyebabkan gangguan jiwa dengan ciri sering berhalusinasi, demikian hasil sebuah penelitian yang diterbitkan di The Journal of Nervous and Mental Disease edisi Agustus.

Dalam studi berjudul "Twitter Psychosis: A Rare Variation or a Distinct Syndrome?", ilmuwan membeberkan studi atas kasus seorang perempuan berusia 31 tahun yang hanya diidentifikasi sebagai "Nona C", yang mengalami gangguan mental akibat terlalu sering mengakses Twitter.

Studi yang digelar oleh peneliti dari Charite-Universitatsmedizin, Berlin, Jerman itu menjelaskan sebelum menderita gangguan jiwa Nona C tidak pernah menunjukan gejala-gejala kelainan jiwa. Akan tetapi menurut keluarga dan teman-temannya, setahun belakangan dia menjadi sangat terobsesi dengan Twitter.

"Dia sering menghabiskan waktu berjam-jam membaca dan menulis di Twitter, mengabaikan kehidupan sosialnya, jarang makan, serta jarang tidur," jelas studi tersebut.

Gejala-gejala awal gangguan jiwa pada Nona C termanifestasi lewat media sosial. Kepada dokter yang merawatnya dia mengaku bahwa ada seorang aktor terkenal yang sering bertukar pesan via Twitter dengannya. Pesan itu, menurut Nona C, ditulis lewat sandi-sandi rahasia yang dikirim melalui banyak akun di Twitter.

"Beberapa pekan kemudian Nona C merasa yakin bahwa pesan-pesan dari pengguna Twitter lainnya 'mempunya makna simbolis'," beber artikel dalam jurnal itu lebih lanjut.

Dan untuk menanggapi pesan-pesan itu, Nona C merasa dia harus melakukan tugas tertentu .

"Setelah dua bulan, dia mulai menemukan simbol-simbol yang sama di dunia nyata. Dia lalu mulai yakin bahwa ada organisasi tertentu di balik tugas-tugas yang dikirim kepadanya. Ia kemudian curiga ada sekter tertentu yang secara sistematis memicu halusinasi dan paranoid.

Setelah ditangani oleh para dokter, gejala-gejala gangguan jiwa mulai hilang, dia tidak lagi tertarik pada Twitter, dan tidak lagi merasa kecanduan pada internet.

Menurut analisis para ilmuwan dalam studi itu, struktur media sosial adalah penyebab potensial dari gangguan jiwa pada Nona C.

Banyaknya bahasa simbolis (yang disebabkan oleh terbatasnya jumlah karakter yang bisa digunakan pada Twitter, yakni hanya 140 huruf), spam, dan fitur-fitur interaktif Twitter menjadi faktor yang memicu gangguan jiwa, khususnya halusinasi. (Business Insider)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemasukan Twitter dari Iklan Naik 129 Persen

Pemasukan Twitter dari Iklan Naik 129 Persen

Bisnis | Rabu, 30 Juli 2014 | 13:57 WIB

Demi Gaza, Vino G Bastian Ganti Nama Akun Twitter

Demi Gaza, Vino G Bastian Ganti Nama Akun Twitter

Entertainment | Kamis, 10 Juli 2014 | 23:35 WIB

Gadis ABG Salah Kirim Foto Bugil ke Ayah Kandungnya

Gadis ABG Salah Kirim Foto Bugil ke Ayah Kandungnya

News | Kamis, 10 Juli 2014 | 15:47 WIB

Studi: Bos Lebih Sering Akses Media Sosial di Kantor

Studi: Bos Lebih Sering Akses Media Sosial di Kantor

Tekno | Selasa, 01 Juli 2014 | 15:59 WIB

SBY dan Modi, Pemimpin dengan Kemajuan Paling Pesat di Twitter

SBY dan Modi, Pemimpin dengan Kemajuan Paling Pesat di Twitter

Tekno | Jum'at, 27 Juni 2014 | 17:29 WIB

Terkini

Gaji Terbatas, Pengeluaran Terus Berjalan: Bisakah Downgrade Lifestyle Jadi Solusi?

Gaji Terbatas, Pengeluaran Terus Berjalan: Bisakah Downgrade Lifestyle Jadi Solusi?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 20:57 WIB

Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial

Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 20:54 WIB

Persoalan Ijazah Wapres, PB Pemuda Muslimin Indonesia Desak Proses Pemberhentian Gibran di DPR

Persoalan Ijazah Wapres, PB Pemuda Muslimin Indonesia Desak Proses Pemberhentian Gibran di DPR

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:53 WIB

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:43 WIB

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 20:32 WIB

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:28 WIB

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:26 WIB

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

×