Sering Gunakan Ponsel, Anak Kehilangan Kemampuan Baca Emosi Wajah

Liberty Jemadu

Rabu, 03 September 2014 | 18:29 WIB
Sering Gunakan Ponsel, Anak Kehilangan Kemampuan Baca Emosi Wajah
Ilustrasi anak-anak dan telepon pintar (Shutterstock).

Suara.com - Anak-anak yang terlalu lama di depan layar komputer atau telepon seluler pintar dan tidak sering berinteraksi langsung dengan sesamanya, akan sukar membaca emosi wajah orang lain, demikian hasil sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Computers in Human Behavior.

Penelitian para ilmuwan dari UCLA, Amerika Serikat itu menemukan bahwa anak-anak usia 11 sampai 12 tahun (duduk di kelas enam), yang tidak menggunakan ponsel, televisi, atau komputer selama lima hari lebih bisa membaca emosi orang lain ketimbang anak-anak yang sebayanya yang menghabiskan waktu dengan mengakses ponsel dan perangkat elektronik lainnya.

"Banyak orang mencari manfaat dari media digital dalam pendidikan, tetapi tidak terlalu banyak yang mencari kerugiannya," kata Patricia Greenfield, pakar psikologi yang terlibat dalam riset itu.

"Turunnya sensitivitas dalam mengenali ciri emosional, kehilangan kemampuan untuk memahami emosi orang lain, adalah salah satu kerugian dari media digital," imbuh Greenfield.

Dalam penelitian itu, para ilmuwan menggelar eksperimen yang melibatkan 105 anak dari sebuah sekolah negeri di California. Anak-anak itu diketahui rata-rata mengakses perangkat elektronik selama empat setengah jam setiap harinya.

Dalam eksperimen itu anak-anak tadi dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama dibawa mengikuti program perkemahan alam dan sains. Di sana mereka tidak diizinkan menggunakan ponsel pintar, televisi, dan komputer selama lima hari.

Sementara kelompok anak kedua tetap bersekolah. Tidak ada perubahan dalam penggunaan perangkat elektronik mereka.

Sebelum dan sesudah perjalanan ke perkemahan, dua kelompok anak-anak itu menjalani sebuah tes. Mereka diminta untuk menebak ekspresi wajah orang di dalam beberapa foto berbeda. Dalam foto-foto tersebut terdapat gambar orang dengan ekspresi wajah gembira, sedih, marah, atau takut.

Tidak hanya itu, anak-anak juga diminta menonton video-video singkat yang menayangkan beberapa adegan, yang di dalamnya para aktor memeragakan murid-murid yang sedang mengerjakan ujian. Wajah mereka menunjukkan rasa percaya diri dan ada pula yang menunjukkan ekspresi cemas.

Hasilnya, anak-anak yang menghabiskan lima pekan tanpa perangkat elektronik menunjukkan kemampuan lebih baik dalam membaca emosi hanya dari melihat wajah dalam foto dan video.

Sebelum pergi berkemah, rata-rata 14,02 tebakan anak-anak dari kelompok pertama salah. Tetapi setelah lima hari di perkemahan, nilai mereka lebih baik. Rata-rata kesalahan saat membaca emosi dalam foto kini tingal 9,41.

Pada kelompok kedua, yang tidak berkemah, rata-rata kesalahan pada tes pertama sekitar 12,24 poin. Setelah lima hari, nilai mereka juga membaik, dengan rata-rata kesalahan tinggal 9,81. Tetapi para peneliti mengatakan adanya perbaikan karena mereka sudah belajar dari tes pertama.

Dalam membaca emosi melalui video, anak-anak kelompok pertama juga mengalami peningkatan. Sebelum berkemah mereka bisa menebak 26 persen ekspresi di video dengan benar. Setelah berkemah, jumlah tebakan yang benar naik menjadi 31 persen.

Sementara anak-anak di kelompok kedua justru tidak berkembang dalam tes video. Dalam dua tes berbeda rata-rata tebakan mereka yang benar sama-sama berada di angka 28 persen. (Live Science)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:50 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:26 WIB

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:15 WIB

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

×