Array

NASA Siap Sambut Kedatangan Komet dari 'Dunia Lain'

Ruben Setiawan Suara.Com
Jum'at, 17 Oktober 2014 | 16:27 WIB
NASA Siap Sambut Kedatangan Komet dari 'Dunia Lain'
Komet Siding Spring yang akan melintasi Mars (NASA)

Suara.com - Badan luar angkasa Amerika Serikat (NASA) mempersiapkan diri untuk 'menyambut' komet Siding Spring. Ini merupakan kejadian langka yang terjadi sekali dalam kurun waktu sejuta tahun dimana jalur Siding Spring berada sangat dekat dengan tata surya. Komet sebesar gunung ini akan melewati Mars pada Minggu dengan jarak 140.006 km dengan kecepatan 202.767 km/jam.

NASA sudah menyiapkan lima robot penjelajah dan dua Rover untuk mengabadikan komet tersebut ini. Tidak hanya itu, pesawat luar angkasa Eropa dan India juga ikut mengitari planet merah ini.

Pesawat luar angkasa tersebut akan mengobservasi komet terlebih dahulu dan kemudian berlindung dibalik Mars dari kemungkinan puing-puing pada ekor komet. Sedangkan posisi Rover dianggap cukup aman karena terlindung oleh atmosfir Mars walau ada kemungkinan badai debu di Mars bisa menghalangi pandangan.

"Kami sangat berharap bisa mendapat foto pertama komet yang datang dari dunia lain," kata Peneliti NASA Kelly Fast seperti dikutip AP.

Pengamatan juga akan dilakukan di bumi dengan menggunakan Teleskop Hubble Space. Komet ini diprediksi akan terlihat jelas dari belahan bumi bagian selatan seperti Australia dan Afrika Selatan pada Minggu pagi waktu setempat.

Komet ini merupakan komet Oort Cloud pertama yang dipelajari secara rinci. Siding Spring merupakan komet paling ujung dari sistem tata surya dengan inti komet seluas 8 km.

Komet ini terbentuk jutaan tahun setelah tata surya terbentuk pada 4.6 miliar tahun lalu. Hingga kini, komet ini tidak pernah mengorbit ke jalur yang lebih dekat dari matahari selain melewati Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus dan muncul setiap jutaan tahun lamanya.

Sebagai perbandingan, lintas terbang komet ini 140.006 setara dengan sepertiga jarak bumi ke bulan. Ekor kometnya sendiri bisa memanjang dari bumi hingga ke bulan. Sedangkan lapisan gas yang menyelimuti inti bisa memanjang setengah perjalanan ke bulan.

"Dengan roket yang ada sekarang. Kami tidak bisa mencapai komet ini. Kesempatan ini seperti, roket yang menghampiri," kata ahli Astrofisika di John Hopkins University, Carey Lisse.

Lisse menambahkan bahwa dengan mempelajari struktur dan komposisi komet ini, ilmuwan bisa memberikan gambaran soal pembentukan awal planet. Peneliti juga ingin mendapat informasi soal perubahan yang terjadi, baik pada Siding Spring maupun Mars setelah keduanya berada pada jarak berdekatan.(Dailymail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI