Regin, Senjata Siber Paling Digdaya?

Liberty Jemadu

Senin, 24 November 2014 | 20:50 WIB
Regin, Senjata Siber Paling Digdaya?
Ilustrasi virus komputer (Shutterstock).

Suara.com - Para pakar komputer tidak tahu dari mana ia datang dan apa yang ia kerjakan. Yang mereka tahu hanya satu: ancaman keamanan komputasi yang baru diungkap ini diciptakan oleh sebuah negara dan kekuatannya hampir tiada tara.

Regin, demikian ia disebut, adalah program jahat yang diam-diam bersembunyi di dalam jaringan komputer selama setidaknya enam tahun. Adalah Symantec, produsen antivirus Norton, yang menemukan program itu pertama kali. (Baca juga: Regin, Virus Mata-mata Komputer yang Baru)

"Kemampuan dan sumber daya yang digunakan untuk menciptakan Regin menunjukkan bahwa ia adalah satu dari banyak senjata mata-mata siber yang digunakan oleh sebuah negara," tulis Symantec pada Minggu (23/11/2014).

Symantec membeberkan, dari susunannya, Regin diyakini diciptakan selama berbulan-bulan bahkan bisa selama bertahun-tahun.

"Regin adalah malware yang rumit, strukturnya menunjukkan tingkat keterampilan teknis yang sangat jarang dijumpai di dunia," beber Symantec.

Regin kini sudah ditemukan di 10 negara dan sangat banyak ditemukan di Rusia dan Arab Saudi. Selain itu Regin juga ditemukan di Belgia, Austria, Pakistan, Iran, Afghanistan, India, Irlandia, dan Meksiko.

Uniknya Regin tidak ditemukan di AS, kata Symantec. Padahal AS adalah salah satu negara yang sering mengeluh menjadi sasaran serangan siber dan yang dituding biasanya Cina serta Rusia.

Berdasarkan penelitian Symantec, Regin menyasar individu tertentu, organisasi pemerintah, operator infrastruktur, perusahaan swasta, dan ilmuwan.

Tetapi yang paling banyak diintai oleh program jahat itu adalah bisnis skala kecil dan perusahaan telekomunikasi. Diduga tujuannya adalah untuk menyadap pembicaraan di saluran telekomunikasi.

Symantec mengatakan Regin bersembunyi dengan apik dan punya beberapa lapis pelindung. Malware itu menggunakan beberapa jenis kode enkripsi dan bisa berkomunikasi dengan peretas yang mengendalikannya dalam beragam cara.

Regin juga menggunakan struktur modular yang menyembunyikan lapisan paling dalam programnya dengan rapih, sehingga sangat sukar untuk tahu apa yang sebenarnya dia kerjakan di dalam jaringan komputer.

Menurut Symantec, Regin mirip Stuxnet, program mata-mata yang diyakini diciptakan oleh AS yang menyasar program nuklir Iran. (CCN Money/Symantec)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nyaris Semua App di Android dan iOS Sudah Dibobol

Nyaris Semua App di Android dan iOS Sudah Dibobol

Tekno | Senin, 24 November 2014 | 18:40 WIB

Regin, Virus Mata-mata Komputer yang Baru

Regin, Virus Mata-mata Komputer yang Baru

Tekno | Senin, 24 November 2014 | 05:07 WIB

Komputer Gedung Putih Diretas

Komputer Gedung Putih Diretas

Tekno | Rabu, 29 Oktober 2014 | 21:03 WIB

Data 83 Juta Nasabah JP Morgan Dicuri Peretas

Data 83 Juta Nasabah JP Morgan Dicuri Peretas

Tekno | Jum'at, 03 Oktober 2014 | 10:08 WIB

Riset: Facebook Jadi Alat Utama Penipuan di Dunia Maya

Riset: Facebook Jadi Alat Utama Penipuan di Dunia Maya

Tekno | Selasa, 24 Juni 2014 | 19:29 WIB

Waspadai Chameleon, Virus Komputer yang Menyebar Lewat Wi-Fi

Waspadai Chameleon, Virus Komputer yang Menyebar Lewat Wi-Fi

Tekno | Kamis, 06 Maret 2014 | 10:04 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×