Misteri Muasal Air Terjun Darah di Antartika Terpecahkan

Liberty Jemadu

Jum'at, 01 Mei 2015 | 07:24 WIB
Misteri Muasal Air Terjun Darah di Antartika Terpecahkan
Air terjun darah di Dry Valleys, Antartika (Peter Rejcek/National Science Foundation).

Suara.com - Misteri "air terjun darah" di Dry Valleys, Antartika akhirnya terpecahkan. Para ilmuwan mengatakan air berwarna merah yang keluar dari tebing es di ujung selatan Bumi itu merupakan bagian dari sebuah jaringan air asin bawah tanah yang luas dan dalam.

Dry Valleys, sesuai namanya, adalah tempat terkering di dunia. Nyaris tak ada es di sana, kecuali segelintir gletser dan beberapa danau yang terpencar-pencar. Iklim di sana sangat kering, dingin, dan berangin.

Tetapi meski sangat ekstrem, masih ada kehidupan di Dry Valleys. Salah satunya adalah bakteri yang hidup dalam perairan asin di bawah Gletser Taylor.  Bakteri ini adalah aktor di balik warna merah darah air terjun di Dry Valleys.

Saat bakteri-bakteri ini memakan batuan di dalam air, zat besi dilepaskan dari batuan tadi, dan bercampur dengan air asin. Besi, yang dikombinasikan dengan garam, mengubah warna air menjadi merah saat terpapar oksigen di permukaan Bumi.

Air asin itu kemudian mengalir ke Danau Bonney dan membentuk apa yang dikenal sebagai air terjun darah atau Blood Falls.

Baru-baru ini sebuah tim peneliti internasional menggelar penelitian untuk memecahkan misteri air terjun darah. Dalam proses riset itu para peneliti menemukan bahwa sebagian besar bagian bawah permukaan Gletser Taylor dialiri oleh air asin. Jaringan air bawah tanah itu menghubungkan danau-danau yang terpencar.

"Kami mengungkap banyak hal dari Dry Valleys hanya dengan meneliti hal ini,: kata Jill Mikucki, pakar mikrobiologi yang memimpin penelitian itu.

"Air terjun darah tidak saja sebuah anomali, tetapi juga pintu menuju dunia subglasial," jelas dia lagi.

Dalam riset yang hasilnya diterbitkan di jurnal Nature Communications edisi 28 April itu, para peneliti memindai Gletser Taylor menggunakan sensor elektromagnetik. Di angkut menggunakan helikopter, sensor itu bisa mendeteksi perbedaan di lapisan Gletser Taylor hingga ke dalaman 300 meter.

Mereka menemukan bahwa air di bawah Taylor Valle membentang sejauh 12 km. Air itu dua kali lebih asin dari air laut. Lapisan air itu, berdasarkan hasil sensor, diperkirakan sedalam 5 km.

"Studi ini menunjukkan bahwa air terjun darah bukan segelintir air yang menyembur (dari permukaan Bumi). Ini mungkin mewakili sebuah jaringan hidrologi yang lebih besar," kata Mikucki.

Menurut para ilmuwan air di bawah permukaan Gletser Valley bisa menjadi sangat asin karena dua hal. Pertama itu adalah bekas danau besar yang airnya menjadi asin seiring proses pembekuan dan penguapan dalam waktu lama. Kedua, lembah itu pernah dibanjiri air laut yang meninggalkan sisa-sisa air ketika gelombang banjir itu mundur kembali ke lautan.

Para ilmuwan juga tertarik dengan temuan di Dry Valleys karena lingkungannya sangat mirip dengan Mars. Air asin dalam tanah diduga pernah ada di Mars, saat planet itu berubah dari planet yang mempunyai lautan menjadi dunia yang kering kerontang. (Live Science)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Gletser Tersembunyi di Planet Mars

Ada Gletser Tersembunyi di Planet Mars

Tekno | Kamis, 09 April 2015 | 17:05 WIB

Es Antartika Cair Lebih Cepat, Dunia Terancam Tenggelam

Es Antartika Cair Lebih Cepat, Dunia Terancam Tenggelam

News | Sabtu, 28 Maret 2015 | 05:29 WIB

Planet Ini Pernah Punya Lautan Lebih Luas daripada Samudra Arktik

Planet Ini Pernah Punya Lautan Lebih Luas daripada Samudra Arktik

Tekno | Sabtu, 07 Maret 2015 | 16:17 WIB

Calon Penghuni Mars Berlatih Makan Serangga dan Ternak Semut

Calon Penghuni Mars Berlatih Makan Serangga dan Ternak Semut

Tekno | Selasa, 17 Februari 2015 | 19:27 WIB

Terkini

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

×