Es Antartika Cair Lebih Cepat, Dunia Terancam Tenggelam

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 28 Maret 2015 | 05:29 WIB
Es Antartika Cair Lebih Cepat, Dunia Terancam Tenggelam
Pulau Deception, Antartika. (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuan Amerika Serikat memperingatkan permukaan laut dunia akan naik lebih cepat setelah fakta es di Antartika mencair lebih cepat. Pulau-pulau kecil di dunia pun terancam tenggelam.

Penelitian itu menyebutkan jika selama 18 tahun terakhir, permukaan Antartika hilang sebanyak 310 km kubik tiap tahun. Saat ini sudah 18 persen yang hilang. Antartika pun semakin menipis. Kebanyakan es yang hilang paling banyak di timur dan barat Antartika.

Direktur the Centre for Polar Observation and Modelling at the University of Leeds, Profesor Andrew Shepherd menyebutkan akan ada bencana hebat jika pencairan es itu terus dibiarkan terjadi. Contoh nyata sudah terjadi pada gletser Pine Island. Di sana gletser sudah hilang. Lebih cepat dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

"Ini adalah kepedulian yang nyata karena tingkat tinggi seperti penipisan tidak dapat dipertahankan lebih lama. Sebab di mana lapisan es Antartika telah runtuh ini telah memicu peningkatan pesat kenaikan permukaan air laut dunia," jelas dia.

Sementara Ilmuan Perubahan Iklim dari British Antarctic Survey (BAS), Paul Holland menyebutkan permukaan laut saat ini naik hingga 3,5 meter pertahun. Dia memprediksi di tahun 2100, kenaikkan permukaan laut 70 cm pertahun. Itu menyebabkan suhu permukaan laut akan bertambah.

"Apa yang manusia perlu tahu adalah apa kenaikan permukaan laut pada tahun 2100? Dan sumber terbesar dari ketidakpastian apa yang akan terjadi pada lapisan es?" paparnya.

Sementara Petra Tschakert, profesor asal Penn State University mengkritisi standar pembatasan pemanasan global yang ditetapkan PBB. Sejak tahun 1970, suhu global dipatok tidak boleh naik di atas 2 derajat celsius. Menurutnya itu terlalu besar. Kata dia ambang batas pemanasan global harus dibawah 2 derajat celcius, atau sekira 1,5 derajat.

"2 derajat Celcius memberikan tingkat bahaya yang benar-benar tidak memadai. Mengingat dampak yang sudah diamati pada ekosistem, makanan, mata pencaharian, dan pembangunan berkelanjutan," tulis Tschakert dalam penelitiannya.

Makanya, 5 Desember lalu PBB sudah menyiapkan bahan untuk puncak pertemuan perubahan iklim di Paris Desember mendatang. Ada 200 negara yang ikut serta dan berunding mencari cara untuk mengurangi emisi karbon penyebab makin dekatnya ancaman perubahan iklim lewat pemanasan global. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PNS di Kota Ini Dilarang Ucapkan Kalimat Perubahan Iklim

PNS di Kota Ini Dilarang Ucapkan Kalimat Perubahan Iklim

News | Selasa, 10 Maret 2015 | 06:00 WIB

Kerugian Akibat Perubahan Iklim Rp510 Ribu Triliun per Tahun

Kerugian Akibat Perubahan Iklim Rp510 Ribu Triliun per Tahun

Bisnis | Selasa, 08 Juli 2014 | 11:34 WIB

Dampak Perubahan Iklim, Produksi Pangan Indonesia Turun 25 Persen

Dampak Perubahan Iklim, Produksi Pangan Indonesia Turun 25 Persen

Bisnis | Senin, 05 Mei 2014 | 16:50 WIB

Studi: Ikan Mulai Kehilangan Insting Survival

Studi: Ikan Mulai Kehilangan Insting Survival

Tekno | Senin, 14 April 2014 | 13:58 WIB

Kerugian Ekonomi akibat Pemanasan Global Rp16.000 Triliun

Kerugian Ekonomi akibat Pemanasan Global Rp16.000 Triliun

Bisnis | Jum'at, 28 Februari 2014 | 13:39 WIB

Terkini

Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat

Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:04 WIB

Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia

Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:48 WIB

Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap

Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:30 WIB

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:12 WIB

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:17 WIB

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:08 WIB

Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator

Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:07 WIB

UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total

UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:57 WIB

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:47 WIB

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:43 WIB