"Wall of Tears", Bukti Sejarah Gelap Kepulauan Galapagos

Siswanto, Dinda Rachmawati

Jum'at, 17 Juli 2015 | 11:11 WIB
"Wall of Tears", Bukti Sejarah Gelap Kepulauan Galapagos
Ikan Sturgeon. (Shutterstocks)

Suara.com - Kepulauan Galapagos terkenal karena beragam flora dan fauna. Pulau-pulau ini juga sempat menjadi tempat observasi Charles Darwin, selama perjalanan dari Beagle, dan akhirnya mengarah pada pengembangan teori seleksi alam dan evolusi.

Hari ini, pulau-pulau dan perairan di sekitarnya adalah taman nasional yang dilindungi dan cadangan laut biologis, dan telah menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Tetapi pulau-pulau juga memiliki sejarah gelap.

Pada tahun 1832, Kepulauan Galapagos dianeksasi oleh Kolonel Ignacio Henandez dan seluruhnya menjadi bagian dari Republik Ekuador. Segera setelah itu, para koloni yang terpidana dilarikan ke pulau ini, karena cukup terpencil dan terisolasi dari daratan, sehingga sangat mustahil bagi seseorang dapat melarikan diri.

Tahanan dari daratan dipindahkan ke pulau-pulau tersebut dan dipaksa untuk bekerja di bidang pertanian. Kolonis pertama diasingkan tentara dan dikirim jauh dari rumah untuk melakukan upaya kudeta yang telah gagal di daratan. Tapi kondisi hidup yang mengerikan mengakibatkan sejumlah pemberontakan dan pada 1952, pembangunan pemukiman pun gagal.

Sejumlah upaya dilakukan untuk menetap di Kepulauan Galapagos, tapi tidak ada yang berhasil. Manuel J. Cobos, yang membawa tahanan dan buruh diwajibkan untuk bekerja pada ladang tebu dan perkebunan kopi, ia pun dibunuh oleh pekerjaanya sendiri. Adapula José Valdizán, yang memperoleh kontrak 12 tahun dari pemerintah Ekuador untuk mengekstrak orchil dari Galapagos, meninggal saat pemberontakan pada 1878.

Menjelang akhir Perang Dunia Kedua, pemerintah Ekuador membawa koloni lain untuk diberi hukuman brutal di Pulau Isabela. Pada tahun 1946, 300 tahanan dipindahkan ke Isabela dan dipaksa untuk membangun dinding batu sebagai bentuk hukuman. Para tahanan harus berjalan jauh untuk menambang, memotong batuan vulkanik besar dan kemudian membawanya ke tempat pembuatan dinding batu.

Banyak tahanan meninggal dalam penderitaan. Akhirnya, pada tahun 1958 para tahanan memberontak, penjaga dibunuh dan banyak tahanan yang mati. Pemerintah pun menutup koloni Isabela setahun kemudian.

Kini, sisa-sisa dinding batu tersebut masih bisa kita lihat dengan dekat di Pulau Isabela, dengan panjang mencapai 100 meter. Dinding batu yang masih berdiri ini seakan sebagai bukti masa kekejaman dan penyiksaan. Dinding ini pun di namakan "Wall of Tears” atau "Dinding Tangisan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pernah Disangka Punah, Bayi Iguana Pink Kembali Muncul di Galapagos

Pernah Disangka Punah, Bayi Iguana Pink Kembali Muncul di Galapagos

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 12:38 WIB

Sempat Disangka Punah, Ilmuwan Umumkan Kura-kura Spesies Langka dari Seabad Lalu

Sempat Disangka Punah, Ilmuwan Umumkan Kura-kura Spesies Langka dari Seabad Lalu

Tekno | Rabu, 15 Juni 2022 | 13:21 WIB

Bayi Kura-kura Putih Mungil Ini Diklaim Pertama dari Jenisnya

Bayi Kura-kura Putih Mungil Ini Diklaim Pertama dari Jenisnya

Tekno | Kamis, 09 Juni 2022 | 09:37 WIB

Terkini

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Marching Band Rorotan Siap Tunjukkan Prestasi di Kejurnas FYBI 2026

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Marching Band Rorotan Siap Tunjukkan Prestasi di Kejurnas FYBI 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

×