Pertumbuhan Panasonic di Indonesia Tertinggi di Asia Pasifik

Liberty Jemadu

Rabu, 03 Februari 2016 | 23:14 WIB
Pertumbuhan Panasonic di Indonesia Tertinggi di Asia Pasifik
Ilustrasi produk teknologi Panasonic (Shutterstock).

Suara.com - Pertumbuhan penjualan barang elektronik Panasonic di Indonesia, menjadi paling besar di antara perusahaan Panasonic lainnya di Asia Pasifik dalam 10 bulan terakhir.

"(Panasonic Indonesia) Paling besar (pertumbuhan) omzetnya di Asia Pasifik," kata Presdir PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Ichiro Suganuma, di Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Ia menjelaskan pada April 2015 sampai Januari 2016 penjualan elektronik Panasonic, terutama untuk produk elektronik rumah tangga mengalami peningkatan dua digit.

"Khususnya produk home appliances seperti AC, mesin cuci, kulkas, TV, (penjualan naik) hampir 30 persen naik," kata Ichiro seperti dikutip Antara.

Padahal, lanjut dia, pada 2015 pasar elektronik di dalam negeri mengalami penurunan antara 5-20 persen, bervariasi tergantung jenis produk.

"Permintaan mesin cuci yang paling tidak begitu baik tahun lalu, persaingannya juga ketat," kata Suganuma.

Pertumbuhan yang sama juga dialami produksi barang elektronik di Indonesia, melalui PMI. Pertumbuhan produksi PMI yang antara lain merakit televisi dan lemari es, juga tumbuh dua digit.

"Panasonic sangat optimis dan memiliki keyakinan besar pasar di Indonesia," ujar Suganuma.

Hal senada dikemukakan Preskom Grup Panasonic Gobel, Rachmat Gobel. Ia menegaskan rasa optimis dan komitmen mitranya Panasonic pada pasar Indonesia.

"Pasar Indonesia yang besar merupakan insentif tersendiri bagi investor asing," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut mantan Menteri Perdagangan itu, pasar tersebut harus dilindungi dengan hambatan nontarif seperti SNI, agar produk yang masuk ke Indonesia berkualitas dan memiliki teknologi yang tidak ketinggalan dengan tren global.

"Peran pemerintah dibutuhkan untuk memberikan dukungan (insentif) agar investor meningkatkan teknologi mereka guna memenangkan persaingan baik di pasar domestik maupun global," ujar Rachmat.

Hal itu membantah pemberitaan bahwa Panasonic bakal hengkang dan menutup pabriknya di Indonesia.

"Yang benar kami melakukan alih proses produksi dan teknologi untuk produksi lampu dari lampu hemat energi (CFL) menjadi LED," kata Rachmat.

Dua perusahaan Panasonic Gobel yang memproduksi lampu tersebut dimerger sehingga karyawannya direstrukturisasi.

Panasonic di Indonesia memiliki 10 perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur (produksi) sebanyak enam perusahaan, tiga perusahaan penjualan, dan satu perusahaan asuransi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rachmat Gobel Bantah Pabrik Panasonic Indonesia Tutup

Rachmat Gobel Bantah Pabrik Panasonic Indonesia Tutup

Bisnis | Rabu, 03 Februari 2016 | 20:29 WIB

Kemenperin Resmi Terima Laporan Panasonic Indonesia Tutup Pabrik

Kemenperin Resmi Terima Laporan Panasonic Indonesia Tutup Pabrik

Bisnis | Rabu, 03 Februari 2016 | 15:38 WIB

BKPM: Panasonic dan Toshiba Belum Lapor Mau Tutup

BKPM: Panasonic dan Toshiba Belum Lapor Mau Tutup

Bisnis | Rabu, 03 Februari 2016 | 15:27 WIB

2 Raksasa Industri Jepang Ambruk, Jadi Sinyal Negatif Ekonomi RI

2 Raksasa Industri Jepang Ambruk, Jadi Sinyal Negatif Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 02 Februari 2016 | 21:32 WIB

Ribuan Buruh Terancam PHK, Menaker Segera Panggil Perusahaan

Ribuan Buruh Terancam PHK, Menaker Segera Panggil Perusahaan

Bisnis | Selasa, 02 Februari 2016 | 21:26 WIB

Penjualan TV Anjlok, Panasonic Berpaling ke Mobil

Penjualan TV Anjlok, Panasonic Berpaling ke Mobil

Otomotif | Rabu, 20 Januari 2016 | 20:40 WIB

Terkini

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup! Suporter dan Masyarakat Diimbau Rayakan Kemenangan dengan Tertib

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup! Suporter dan Masyarakat Diimbau Rayakan Kemenangan dengan Tertib

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Kurang dari 12 Jam, Pembantai Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak Polisi

Kurang dari 12 Jam, Pembantai Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak Polisi

Lampung | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Perbedaan Peeling Serum vs Exfoliating Toner, Mana yang Lebih Cepat Mencerahkan?

Perbedaan Peeling Serum vs Exfoliating Toner, Mana yang Lebih Cepat Mencerahkan?

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Saat Hidup Terasa Melelahkan, 5 Lagu Ini Jadi Pengingat untuk Berhenti Sejenak

Saat Hidup Terasa Melelahkan, 5 Lagu Ini Jadi Pengingat untuk Berhenti Sejenak

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Polisi Buru OTK yang Aniaya Koordinator BEM UI di Tebet

Polisi Buru OTK yang Aniaya Koordinator BEM UI di Tebet

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp106, 94 Triliun, Risiko Gagal Bayar Mengintai

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp106, 94 Triliun, Risiko Gagal Bayar Mengintai

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Kapten Asal Gowa Lepas dari Cengkeraman Perompak Somalia: Pura-pura Mati, Ditendang di Anjungan

Kapten Asal Gowa Lepas dari Cengkeraman Perompak Somalia: Pura-pura Mati, Ditendang di Anjungan

Sulsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:13 WIB

Tragedi Berdarah di Gowa: Pasutri Ditemukan Tewas, 3 Anak Dikunci di Dalam Kamar

Tragedi Berdarah di Gowa: Pasutri Ditemukan Tewas, 3 Anak Dikunci di Dalam Kamar

Sulsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:05 WIB

7 Cara Membersihkan Tupperware yang Bau, Ampuh Hilangkan Aroma Tak Sedap

7 Cara Membersihkan Tupperware yang Bau, Ampuh Hilangkan Aroma Tak Sedap

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Review Made in Korea 2: Saat Gila Jabatan Berujung Penyesalan Seumur Hidup

Review Made in Korea 2: Saat Gila Jabatan Berujung Penyesalan Seumur Hidup

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:00 WIB

×