Tembok Kuno Sepanjang 150 Km di Yordania Bingungkan Ilmuwan

Liberty Jemadu

Sabtu, 20 Februari 2016 | 13:40 WIB
Tembok Kuno Sepanjang 150 Km di Yordania Bingungkan Ilmuwan
Ilustrasi tembok kuno (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah peta tentang sebuah tembok kuno sepanjang 150 kilometer di Yordania telah membuat para ilmuwan bingung. Tak ada informasi soal kapan tembol itu dibangun, siapa yang mendirikanya, dan apa tujuannya.

Dikenal saat ini sebagai "Khatt Shebib", keberadaan tembok itu pertama kali diketahui pada 1948 oleh Alec Kirkbride, seorang diplomat Inggris di Yordania. Kirkbride melihat tembok yang tersusun dari batu itu ketika sedang terbang di atas negeri itu.

Kini tembok itu sedang diteliti oleh para ilmuwan yang tergabung dalam proyek Aerial Archaeology in Jordan (AAJ). Mereka memotret tembok itu dari udara dan menemukan bahwa ia membentang dari utara timur laut hingga selatan barat daya sejauh 106 km.

Pada struktur tembok itu para ilmuwan juga menembukan bagian yang berlapis dua, dua tembok yang berdiri bersisian, dan pada bagian lain ada percabangan.

"Jika kami menambahkan dengan panjang tembok yang paralel, maka total panjang tembok itu bisa mencapai 150 km," tulis David Kennedy, ilmuwan dari University of Western Australia dan Rebecca Banks, peneliti dari Oxford University dalam artikel mereka yang terbit pada jurnal Zeitschrift fur Orient-Archaologie.

Kini tembok yang hanya tinggal puing-puing saja. Tetapi menurut hitungan para ahli, ketika masih tegak berdiri tembok itu tingginya tak lebih dari 1 meter dan lebarnya hanya setengah meter.

Selain tembok, Kennedy dan Banks juga menemukan sekitar 100 menara, yang diameternya 2 sampai 4 meter. Beberapa menara itu dibangun setelah tembok itu tegak berdiri.

"Beberapa menara ini tampaknya menjadi tempat perlindungan di malam hari. Yang lainnya mungkin digunakan sebagai menara pengawas. Selain itu, mungkin saja digunakan sebagai tempat untuk mengintai buruan," jelas Kennedy kepada Live Science.

Adapun usia dari tembok itu belum bisa diketahui dengan pasti dan satu-satunya informasi yang didapatkan para ilmuwan berasal dari pecahan tembikar yang ditemukan di dalam menara serta di sekitar tembok.

Berdasarkan analisis terhadap tembikar itu, para peneliti mengatakan bahwa tembok itu kemungkinan besar dibangun pada periode Nabatean (312 Sebelum Masehi - 106 Masehi) dan pada periode dinasti Umayyah (661-750 Masehi).

Akan tetapi, para peneliti mengatakan tak yakin jika tembok itu dibangun oleh dua kerajaan besar tadi. Mereka menduga tembok itu dibangun oleh komunitas-komunitas lokal.

Selain itu, para ilmuwan juga belum mengetahui untuk apa tembok itu dibangun, mengingat tingginya yang kurang dari satu meter sehingga tak mungkin digunakan sebagai benteng pertahanan.

Jejak pertanian kuno lebih terlihat di sisi barat tembok, ketimbang di sisi timur. Para ilmuwan menduga itu adalah tanda bahwa tembok tersebut dibangun sebagai pagar antara komunitas petani dengan masyarakat yang hidup berpindah-pindah pada saat itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cek Fakta: Tembok Raksasa Dibuat untuk Mengurung China

Cek Fakta: Tembok Raksasa Dibuat untuk Mengurung China

News | Jum'at, 14 Februari 2025 | 03:15 WIB

Bantah Tanggul Bocor di Muara Baru Punya Giant Sea Wall, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Bantah Tanggul Bocor di Muara Baru Punya Giant Sea Wall, Begini Penjelasan Pemprov DKI

News | Kamis, 05 Oktober 2023 | 19:48 WIB

Great Wall of Koto Gadang, Miniatur Tembok China di Sumatera Barat

Great Wall of Koto Gadang, Miniatur Tembok China di Sumatera Barat

Your Say | Kamis, 18 Agustus 2022 | 15:12 WIB

5 Fakta China, Negara Terbesar di Dunia Berdasarkan Jumlah Penduduk

5 Fakta China, Negara Terbesar di Dunia Berdasarkan Jumlah Penduduk

Your Say | Kamis, 30 Juni 2022 | 15:38 WIB

Perbandingan Harga Tiket Masuk Borobudur dengan Candi Lain di Asia, Bisa Berkali Lipat!

Perbandingan Harga Tiket Masuk Borobudur dengan Candi Lain di Asia, Bisa Berkali Lipat!

Bisnis | Selasa, 07 Juni 2022 | 11:08 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×