Array

Belati dalam Makam Firaun ini Terbuat dari Meteor

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 02 Juni 2016 | 18:57 WIB
Belati dalam Makam Firaun ini Terbuat dari Meteor
Ilustrasi dua bilah belati kuno (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah pisau yang ditemukan di dalam makam Firaun Tutankamun di Mesir rupanya terbuat dari logam dari sebuah meteor, demikian diwartakan The Guardian yang mengutip hasil penelitian dari sejumlah ilmuwan asal Mesir dan Italia.

Pada 1925, arkeolog Howard Carter menemukan dua belati -yang masing-masing terbuat dari besi dan emas - dalam balutan mumi Tutankamun, raja yang meninggal di usia remaja di sekitar 3.300 tahun silam.

Dari dua senjata itu, belati besi itulah yang membuat para ilmuwan bingung. Alasannya karena keterampilan menempa besi sangat jarang ditemukan dalam peradaban Mesir purba dan belati itu, setelah ribuan tahun, tak juga berkarat.

Tetapi misteri itu berhasil dibongkar oleh para peneliti dari Mesir dan Italia. Pada artikelnya yang dimuat dalam jurnal Meteoritics & Planetary Science edisi Selasa (31/5/2016) para peneliti mengungkapkan bahwa belati itu sebenarnya terbuat dari meteor.

Dalam risetnya pada ilmuwan menganalisis belati itu menggunakan spektometer sinar X untuk mengidentifikasi komposisi kimianya. Dari pengujian itu mereka menemukan bahwa belati itu memiliki kandungan nikel dan kobalt.

Setelahnya mereka membandingkan komposisi itu dengan meteor yang ditemukan di sekitar pesisir Laut Merah, Mesir. Hasilnya menunjukkan bahwa komposisi logam pada belati dan meteor itu memiliki kemiripan.

Meteor yang dinamai Kharga itu ditemukan di Mersa Matruh, sebuah kota pelabuhan yang berjarak 240 kilometer dari Alexandria. Pada abad keempat sebelum Masehi kota itu dikenal sebagai Amunia.

Manusia dalam sejarah peradaban diketahui telah menguasai keterampilan menempa tembaga, perunggu, dan emas sejak 4.000 sebelum Masehi. Tetapi keterampilan menempa besi baru belakangan dipelajari oleh manusia dan di peradaban Mesir kuno kemampuan itu jarang ditemukan.

Dalam studinya para peneliti mengemukakan bahwa temuan belati meteor itu menunjukkan bahwa masyarakat Mesir kuno sangat menghargai logam yang terbuat dari meteor dan menggunakannya sebagai bahan untuk memproduksi perhiasan atau peralatan yang digunakan dalam ritual keagamaan.

Selain itu temuan mereka juga menegaskan kembali sebuah hipotesis yang menyatakan bahwa di mata masyarakat Mesir kuno benda-benda yang jatuh dari langit sangat berharga.

Mereka mengatakan bahwa temuan itu bisa mengubah makna sebuah kata - yang mulai digunakan di sekitar abad 13 sebelum Masehi - yang jika diterjemahkan berarti "besi dari langit". Tadinya kata itu hanya diterjemahkan sebagai "besi".

"Pengunaan kata itu menunjukkan bahwa peradaban Mesir kuno sudah mengetahui keberadaan material logam dari langit ini pada abad 13 sebelum Masehi, sekitar 2000 tahun lebih cepat dari kebudayaan Barat," tulis para peneliti.

Adapun kualitas belati meteor Firaun Tutankamun, yang hidup di sekitar akhir periode Perunggu, itu menunjukkan bahwa penempa senjata itu memiliki keterampilan yang tinggi, meski material yang dia olah tak banyak ditemukan pada masa itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI