Yahoo Diam-diam Serahkan Email Anda ke Intelijen AS

Liberty Jemadu

Kamis, 06 Oktober 2016 | 08:09 WIB
Yahoo Diam-diam Serahkan Email Anda ke Intelijen AS
Kantor pusat Yahoo di Sunnyvale, California, Amerika Serikat (Shutterstock).

Suara.com - Yahoo Inc pada 2015 lalu diam-diam membuat sebuah peranti lunak yang bisa memindai semua email para penggunanya, mencari informasi-informasi tertentu, dan menyerahkannya kepada badan intelijen Amerika Serikat, demikian diwartakan Reuters, Selasa (4/10/2016).

Raksasa internet yang sedang kolaps itu diketahui menyanggupi permintaan rahasia dari pemerintah AS untuk memindai ribuan email di akun Yahoo di seluruh dunia. Informasi yang dikumpulkannya kemudian diserahkan kepada badan intelijen AS (NSA) atau polisi federal AS (FBI).

Informasi ini diperoleh Reuters dari tiga bekas karyawan Yahoo dan seorang sumber lain yang mengetahui aktivitas gelap tersebut.

Tak diketahui informasi seperti apa yang dicari oleh badan intelijen AS. Tetapi intelijen AS menyerahkan serangkaian huruf - bisa berupa kata atau frase - yang harus dicari dalam setiap email dan attachment yang dipindai Yahoo.

Menurut dua bekas karyawan Yahoo, keputusan CEO Yahoo, Marissa Mayer, untuk mematuhi permintaan intelijen AS itu membuat beberapa petinggi perusahaan berang. Bahkan pejabat bidang keamanan informasi Yahoo, Alex Stamos mengundurkan diri pada 2015. Ia kini bekerja untuk Facebook.

"Yahoo adalah perusahaan yang mematuhi hukum dan beroperasi sesuai hukum Amerika Serikat," bunyi pernyataan resmi Yahoo menanggapi permintaan konfirmasi dari Reuters. Tak ada penjelasan lebih lanjut.

Adapun Stamos, melalui juru bicara Facebook, menolak untuk berkomentar.

Demikian juga NSA menolak diwawancarai dan meminta agar pertanyaan dikirim ke Kantor Direktorat Intelijen Nasional AS.

Sebenarnya Bisa Menolak

Menurut tiga sumber Reuters, permintaan untuk melacak akun-akun email Yahoo, dikirimkan dalam sebuah dokumen rahasia ke tim hukum Yahoo.

Hukum di AS, termasuk amandemen undang-undang Foreign Intelligence Surveillance Act (FISA) tahun 2008, memang mengatur bahwa badan-badan intelijen bisa meminta perusahaan telekomunikasi untuk menyerahkan data pelanggan. Alasannya bisa macam-macam, termasuk di dalamnya mencegah serangan teroris.

Tetapi perusahaan bisa menolak permintaan seperti ini. Yahoo pada 2007 pernah menolak ketika badan intelijen meminta untuk memeriksa beberapa akun email tanpa surat perintah pengadilan.

Sengketa ini dibawa ke Mahkamah Pengawasan Intelijen Luar Negeri, sebuah pengadilan yang tertutup bagi publik, dan Yahoo dinyatakan kalah.

Apple juga pernah mengalami hal yang sama tahun lalu ketika menolak permintaan FBI untuk membuat sebuah program khusus untuk menjebol sistem keamanan sebuah iPhone milik pelaku pembunuhan massal di San Bernardino.

FBI menempuh jalur hukum untuk memaksa Apple membuat program tersebut. Tetapi pertarungan di pengadilan terhenti di tengah jalan karena FBI berhasil membobol ponsel yang dimaksud dengan bantuan pihak ketiga.

Sayangnya Yahoo tampaknya enggan menolak permintaan badan intelijen AS itu tahun lalu. Menurut sumber Reuters, Mayer dan petinggi lainnya sudah pesimistis akan kalah jika mereka melawan di pengadilan.

Beberapa pegawai Yahoo kecewa dengan keputusan Mayer yang tidak berusaha melawan. Mereka juga kesal karena Mayer dan pemimpin tim hukum Yahoo, Ron Bell, tak melibatkan tim keamanan perusahaan dalam proses tersebut.

Alih-alih Mayer dan Bell langsung memerintahkan para teknisi bidang email untuk membuat program yang diminta intelijen AS. Program itu menyaring email-email yang mengandung kata atau frasa yang telah ditentukan, memisahkannya, dan menyimpannya secara khusus agar bisa diakses dari luar oleh intelijen AS.

Sumber-sumber Reuters menyebutkan bahwa program itu ditemukan oleh tim keamanan Yahoo pada 2015, beberapa pekan setelah dipasang. Mereka awalnya mengira itu adalah ulah para peretas.

Ketika Stamos tahu bahwa Mayer yang mengizinkan pemasangan program itu, ia memutuskan untuk mengundurkan diri. Kepada para bawahannya ia mengatakan bahwa dirinya tak tahu-menahu tentang program tersebut.

Stamos juga memperingatkan bahwa ada celah keamanan pada program itu yang bisa dimanfaatkan oleh para peretas untuk mencuri informasi. Stamos mundur pada Juni 2015 dan kini dia telah bergabung dengan Facebook.

Adapun Yahoo pada bulan lalu mengumumkan bahwa sekelompok peretas yang didukung oleh negara tertentu berhasil mengakses 500 juta akun pada 2014.

Yahoo sendiri telah sepakat untuk menjual bisnis utamanya kepada perusahaan telekomunikasi AS, Verizon Communication Inc dengan harga 4,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,5 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketika Agen FBI Bekerja Sama dengan Mafia dalam Film By Any Means

Ketika Agen FBI Bekerja Sama dengan Mafia dalam Film By Any Means

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 13:30 WIB

Intelijen AS Evakuasi Donald Trump Diam-diam dengan Truk Katering Bandara Turki

Intelijen AS Evakuasi Donald Trump Diam-diam dengan Truk Katering Bandara Turki

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:02 WIB

Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen

Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bongkar Bukti FBI Disusupi Intelijen China: Ada Shadow Government

Donald Trump Bongkar Bukti FBI Disusupi Intelijen China: Ada Shadow Government

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:03 WIB

FBI Tetapkan Inggris vs Argentina Laga Paling Berbahaya di Piala Dunia 2026

FBI Tetapkan Inggris vs Argentina Laga Paling Berbahaya di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 03:54 WIB

FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya

FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya

News | Senin, 13 Juli 2026 | 17:01 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Lebih dari 600 Drone Disita FBI, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Layar Piala Dunia 2026?

Lebih dari 600 Drone Disita FBI, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Layar Piala Dunia 2026?

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:06 WIB

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:49 WIB

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering

News | Senin, 01 Juni 2026 | 20:06 WIB

Terkini

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:51 WIB

IHSG Tembus Lagi Level 6.000, Saham GOTO Kembali Melonjak

IHSG Tembus Lagi Level 6.000, Saham GOTO Kembali Melonjak

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:50 WIB

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Singgung Argentina, Justin Hubner Kirim Pesan untuk Suporter Timnas Indonesia Jelang Final

Singgung Argentina, Justin Hubner Kirim Pesan untuk Suporter Timnas Indonesia Jelang Final

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam

Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Ada Helikopter dan Pesawat, Ini Daftar Aset Mewah yang Disita Kejagung di Kasus Korupsi Motor BGN

Ada Helikopter dan Pesawat, Ini Daftar Aset Mewah yang Disita Kejagung di Kasus Korupsi Motor BGN

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Kenapa Jangan Menggosok Parfum di Kulit? Ini Cara Pakai yang Benar agar Wanginya Awet

Kenapa Jangan Menggosok Parfum di Kulit? Ini Cara Pakai yang Benar agar Wanginya Awet

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:40 WIB

BGN Minta Setiap Kepala Daerah Sidak Dapur MBG, Kalau Perlu Dilakukan Jam 2 Pagi

BGN Minta Setiap Kepala Daerah Sidak Dapur MBG, Kalau Perlu Dilakukan Jam 2 Pagi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Kesederhanaan yang Perlahan Pergi

Kesederhanaan yang Perlahan Pergi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:30 WIB

×