Aplikasi Antipelecehan Perempuan Dirilis di Pakistan

Dythia Novianty

Jum'at, 06 Januari 2017 | 06:50 WIB
Aplikasi Antipelecehan Perempuan Dirilis di Pakistan
Ilustrasi seruan menghentikan pelecehan terhadap perempuan. (Shutterstock).

Suara.com - Provinsi Punjab di Pakistan pekan ini meluncurkan sebuah aplikasi telepon pintar, yang memungkinkan para perempuan melaporkan pelecehan yang dihadapi mereka kepada kepolisian.

Pihak berwenang di negara tersebut sedang meningkatkan upaya keamanan perempuan di Punjab, salah satu provinsi yang memiliki catatan terburuk dalam hal kejahatan terhadap perempuan.

Dengan menekan hanya satu tombol, para pengguna yang merasa terancam bisa melakukan panggilan darurat kepada tim kepolisian. Tim akan dapat melacak lokasi keberadaan mereka melalui sistem penempatan global (GPS).

"Walaupun terutama diterapkan untuk (menangani, red) pelecehan di jalanan, aplikasi ini juga memiliki layanan bagi perempuan yang berada di rumah dan sedang mengalami kekerasan fisik untuk meminta bantuan," kata Fauzia Viqar, kepala Komisi Status Perempuan Punjab. Lembaga penyokong hak-hak perempuan itu berperan dalam peluncuran aplikasi pada Kamis.

Fauzia mengatakan para pengguna juga dapat menggunakan aplikasi untuk menandai lokasi-lokasi yang dianggap tidak aman serta untuk mendapatkan akses ke saluran bantuan gratis. Saluran tersebut menyediakan berbagai informasi, termasuk undang-undang yang melindungi hak-hak perempuan.

Menurut hasil jajak pendapat oleh Thomson Reuters Foundation pada 2011, kekerasan dalam rumah tangga, diskriminasi ekonomi serta serangan air keras merupakan kasus-kasus yang banyak terjadi di Pakistan hingga membuat negara itu menjadi negara ketiga di dunia yang paling berbahaya bagi perempuan.

Setiap tahunnya, ada sekitar 500 perempuan yang tewas di Pakistan di tangan para kerabat karena mereka dianggap merusak "kehormatan" keluarga, antara lain karena kawin lari, bersahabat dengan pria atau tindakan-tindakan lain yang dianggap bertentangan dengan tradisi.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Aurat, kelompok pendukung hak-hak perempuan Pakistan, pada 2013 menemukan bahwa di Punjab saja terjadi 5.800 kejahatan terhadap perempuan. Jumlah itu merupakan 74 persen dari kasus kejahatan serupa di seluruh Pakistan.

Kelompok-kelompok pembela hak perempuan menyambut baik peluncuran aplikasi namun menyuarakan kekhawatiran bahwa tidak semua perempuan bisa memakai fasilitas tersebut.

baca juga

"(Aplikasi) ini memang bisa memungkinan penyelamatan dengan segera tapi mungkin tidak akan efektif di daerah-daerah pedesaan, yang orang-orangnya sebagian besar miskin dan tidak punya telepon pintar," kata Romana Bashir.

Romana adalah pemimpin organisasi pembela hak-hak perempuan, Yayasan Perdamaian dan Pembangunan.

Tahun lalu, Punjab, provinsi terbesar di Pakistan, mengesahkan undang-undang yang memberikan perlindungan hukum bagi perempuan dari kekerasan dalam rumah tangga, psikologis dan seksual.

Namun, banyak ulama konservatif dan pemimpin agama yang mengecam undang-undang itu karena dianggap bertentangan dengan kitab suci Muslim dan undang-undang dasar. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beri Informasi Real Time, Jasa Marga Rilis Aplikasi JMCARE

Beri Informasi Real Time, Jasa Marga Rilis Aplikasi JMCARE

Tekno | Jum'at, 23 Desember 2016 | 14:47 WIB

10 Aplikasi Android Paling Rakus Data dan Baterai di 2016

10 Aplikasi Android Paling Rakus Data dan Baterai di 2016

Tekno | Kamis, 22 Desember 2016 | 17:22 WIB

7 Aplikasi Ini Bikin Travelling Anda Makin Cihuy

7 Aplikasi Ini Bikin Travelling Anda Makin Cihuy

Tekno | Selasa, 20 Desember 2016 | 14:39 WIB

Ada Aplikasi Khusus untuk Perempuan Telanjang, Tapi...

Ada Aplikasi Khusus untuk Perempuan Telanjang, Tapi...

Lifestyle | Rabu, 14 Desember 2016 | 07:49 WIB

Takut Salah Pilih Restoran? Aplikasi Ini Bisa Membantu

Takut Salah Pilih Restoran? Aplikasi Ini Bisa Membantu

Lifestyle | Kamis, 01 Desember 2016 | 16:26 WIB

Terkini

Film Baru Makoto Shinkai Resmi Dapat Mitra Distribusi untuk Pasar Indonesia

Film Baru Makoto Shinkai Resmi Dapat Mitra Distribusi untuk Pasar Indonesia

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Arti dari Sebuah Keluarga

Arti dari Sebuah Keluarga

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Contoh Teks Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Bahasa Indonesia dan Jawa yang Menyentuh Hati

Contoh Teks Doa Malam Tirakatan 17 Agustus Bahasa Indonesia dan Jawa yang Menyentuh Hati

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:43 WIB

Cha Eun Woo Pertimbangkan Drama Baru dari Semesta Bon Appetit, Your Majesty

Cha Eun Woo Pertimbangkan Drama Baru dari Semesta Bon Appetit, Your Majesty

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:42 WIB

Ulasan Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 5: Masalah Baru Datang, Nyonya Beniko Kelabakan!

Ulasan Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 5: Masalah Baru Datang, Nyonya Beniko Kelabakan!

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Moisturizer Wardah C-Defense Dipakai Kapan? Cek Cara Pakai dan Review Pembeli

Moisturizer Wardah C-Defense Dipakai Kapan? Cek Cara Pakai dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Jamin Parkir Konser Maroon 5 di JIS, Pramono: Mau 5 Ribu Mobil pun Bisa!

Jamin Parkir Konser Maroon 5 di JIS, Pramono: Mau 5 Ribu Mobil pun Bisa!

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:36 WIB

Siapa Clareesya? Foto 'Gaya Takbir' Dikecam hingga Minta Maaf

Siapa Clareesya? Foto 'Gaya Takbir' Dikecam hingga Minta Maaf

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Rezim Tumbang Tak Cukup, Demokrasi Indonesia Harus Dibangun Ulang

Rezim Tumbang Tak Cukup, Demokrasi Indonesia Harus Dibangun Ulang

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:33 WIB

×