Rahim Buatan Berhasil Diuji Coba pada Domba, Akankah ke Manusia?

Ririn Indriani, Risna Halidi

Rabu, 26 April 2017 | 19:46 WIB
Rahim Buatan Berhasil Diuji Coba pada Domba, Akankah ke Manusia?
Ilustrasi domba. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan mengembangkan rahim buatan yang terlihat mirip dengan kantung plastik dan mampu menopang kehidupan anak domba prematur di dalamnya selama berminggu-minggu. Plastik 'rahim' yang diciptakan oleh peneliti terbuat dari campuran air hangat dan garam tambahan, mirip dengan cairan amnion yang bertugas mendukung dan melindungi janin.

Dalam perkembangan yang luar biasa, penemuan ini mungkin bisa berjalan jauh dalam praktik medis dan mengubah parameter kelahiran prematur pada manusia.

Rahim buatan dikatakan sama seperti rahim asli dan menyediakan semua nutrisi penting yang akan diberikan rahim seorang ibu kepada bayinya, termasuk persediaan darah yang kaya nutrisi dan kantung pelindung cairan ketuban.

Para ahli berharap bahwa pendekatan ini berpotensi meningkatkan kemungkinan kelangsungan hidup bayi prematur, juga mengatakan bahwa percobaan manusia dapat dilakukan dalam beberapa tahun. Namun, lebih banyak tes pada hewan sangat diperlukan untuk meningkatkan kemanjuran dan keamanan.

Menurut BBC, tim Rumah Sakit Anak Philadelphia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menggantikan ibu atau memperpanjang batas kelangsungan hidup. Mereka hanya ingin menemukan cara yang lebih baik untuk mendukung bayi yang lahir terlalu dini.

Saat ini, bayi yang sangat prematur, lahir sekitar usia kehamilan 23 minggu, ditempatkan di inkubator dan memakai ventilator untuk membantu mereka bernafas, namun hal ini dapat merusak perkembangan paru-paru mereka.

BBC menjelaskan cara kerja dari rahim 'plastik' di mana cairan ini terhirup dan ditelan oleh janin yang sedang tumbuh, seperti yang biasanya terjadi di dalam rahim. Campuran itu terus-menerus disiram melalui tas setiap hari untuk memastikan pasokan segar selalu tersedia.

Anak domba yang menjadi uji penelitian tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi dari ibunya melalui plasenta. Sebagai gantinya, ia terhubung ke mesin khusus dengan tali pusarnya. Jantung si bayi domba melakukan semua pekerjaan pemompaan dan  mengirim darah ke mesin untuk diisi ulang sebelum kembali ke tubuhnya.

Seluruh sistem dirancang untuk meniru alam dan membiarkan bayi baru lahir mengembangkan paru-paru dan organ tubuh lainnya selama beberapa minggu. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Transplantasi Rahim, Solusi Baru Agar Perempuan Miliki Keturunan

Transplantasi Rahim, Solusi Baru Agar Perempuan Miliki Keturunan

Health | Senin, 27 Februari 2017 | 20:46 WIB

Lima Pemicu Bayi Lahir Prematur

Lima Pemicu Bayi Lahir Prematur

Health | Selasa, 20 September 2016 | 12:05 WIB

Menakjubkan, Bayi Berkepala Seukuran Bola Golf  Bertahan Hidup

Menakjubkan, Bayi Berkepala Seukuran Bola Golf Bertahan Hidup

Health | Rabu, 18 November 2015 | 08:23 WIB

20 Tahun Lagi, Lelaki Bisa "Melahirkan" Bayi?

20 Tahun Lagi, Lelaki Bisa "Melahirkan" Bayi?

Tekno | Kamis, 28 Agustus 2014 | 19:00 WIB

Terkini

Unggahan 'Tak Peka' Istri Gubernur Kaltim Soal Motivasi Disorot Warganet di Tengah Kebakaran Hutan

Unggahan 'Tak Peka' Istri Gubernur Kaltim Soal Motivasi Disorot Warganet di Tengah Kebakaran Hutan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:40 WIB

BI Bongkar Biang Kerok Rupiah Terus Anjlok ke Level Rp17.955

BI Bongkar Biang Kerok Rupiah Terus Anjlok ke Level Rp17.955

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Warga Batam Diminta Waspada: Kualitas Udara Memburuk, Jarak Pandang Terbatas

Warga Batam Diminta Waspada: Kualitas Udara Memburuk, Jarak Pandang Terbatas

Batam | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:31 WIB

LPDB Koperasi Bawa Pengalaman Dana Bergulir Indonesia ke Forum Koperasi Pertanian ASEAN

LPDB Koperasi Bawa Pengalaman Dana Bergulir Indonesia ke Forum Koperasi Pertanian ASEAN

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:31 WIB

Kualitas Udara Indonesia Hari Ini Masuk Kategori Berbahaya, Cek 10 Kota Paling Berpolusi

Kualitas Udara Indonesia Hari Ini Masuk Kategori Berbahaya, Cek 10 Kota Paling Berpolusi

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Take Charge of My Heart: Saat Setruman Listrik Jadi Pengisi Daya Cinta

Take Charge of My Heart: Saat Setruman Listrik Jadi Pengisi Daya Cinta

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Kelakar 'Batuk Prabowo', Siasat SBY Jaga Relevansi Tanpa Terlihat Mengkritik

Kelakar 'Batuk Prabowo', Siasat SBY Jaga Relevansi Tanpa Terlihat Mengkritik

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29 WIB

3 Sepatu Lari Lokal Murah di Bawah Rp200 Ribu, Lengkap Review Pembeli

3 Sepatu Lari Lokal Murah di Bawah Rp200 Ribu, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tertipu Sponsor, Pekerja Migran Asal Madura Terjebak di Libya dalam Kondisi Memprihatinkan

Tertipu Sponsor, Pekerja Migran Asal Madura Terjebak di Libya dalam Kondisi Memprihatinkan

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Harga HP Entry-Level RAM 8 GB dan Memori 256 GB Terbaru, Mana Paling Layak Beli?

Harga HP Entry-Level RAM 8 GB dan Memori 256 GB Terbaru, Mana Paling Layak Beli?

Tekno | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:26 WIB

×