Array

Transplantasi Rahim, Solusi Baru Agar Perempuan Miliki Keturunan

Senin, 27 Februari 2017 | 20:46 WIB
Transplantasi Rahim, Solusi Baru Agar Perempuan Miliki Keturunan
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan rahim. (Shutterstock)

Suara.com - Perempuan yang sulit mempunyai keturunan atau mandul kini mulai bisa tersenyum. Pasalnya, dunia medis menemukan terobosan baru yaitu transplantasi rahim untuk membantu kaum perempuan untuk memiliki keturunan.

Seorang Konsultan ginekolog dari Inggris, Richard Smith telah merintis proyek transplantasi rahim selama hampir 20 tahun. Hingga pada September 2015, ia diberi izin oleh otoritas penelitian kesehatan setempat untuk memulai percobaan transplantasi rahim pertama pada 10 perempuan di Inggris.

Terlahir tanpa rahim bukanlah kejadian langka. Kondisi ini terjadi pada sekitar satu dari 5.000 perempuan di Inggris. Jumlah tersebut belum ditambah dengan perempuan yang terpaksa harus kehilangan rahimnya karena kanker serviks.

Bagi banyak perempuan, tidak mampu memiliki anak dapat menyebabkan penderitaan besar, karena merasa kehilangan bagian penting dari identitas mereka. Smith sendiri mengatakan bagi sebagian pasangan, hidup tanpa anak merupakan sebuah 'bencana'.

"Ketika Anda bertemu perempuan yang lahir tanpa rahim, atau yang memiliki rahim tapi angkat karena satu dan lain hal, itu adalah hal yang benar-benar memilukan hati dan itulah yang telah membuat kami ingin mewujudkannya (transplantasi rahim)," jawab Richard Smith seperti yang dikutip dari mirror.co.uk.

Operasi transplantasi rahim sendiri memakan waktu sekitar enam jam. Rahim berasal dari donor yang telah meninggal dengan syarat kondisi rahimnya sehat.

Perempuan yang melakukan metode transplantasi rahim perlu mengonsumsi obat immunosuppressant di setiap kehamilan untuk mencegah tubuh menolak organ donor.

Selain itu, kesehatan juga harus selalu dimonitor selama satu tahun untuk memastikan semuanya baik sebelum akhirnya embrio ditanamkan dalam rahim menggunakan IVF.

Pasangan akan diberikan pilihan untuk mencoba dua kali kehamilan sebelum akhirnya rahim transplantasi diangkat kembali oleh tim ahli bedah. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penerima rahim mengonsumsi obat imunosupresan seumur hidup.

Jika semua berjalan dengan baik, bayi akan dilahirkan dengan metode caesar. Meski penelitian masih berlanjut, tapi dalam beberapa tahun, perempuan yang terlahir tanpa rahim tidak menghalanginya memiliki keluarga.





 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI