Fakta Mencengangkan Penggunaan Medsos saat Pilkada DKI

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 14 Agustus 2017 | 14:12 WIB
Fakta Mencengangkan Penggunaan Medsos saat Pilkada DKI
Ilustrasi media sosial. (Shutterstock)

Suara.com - Sepuluh tahun ke belakang tren penggunaan media sosial dimulai. Dan kini media sosial (medsos) seakan tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, seiring dengan penciptaan ponsel pintar dengan harga yang terjangkau.

Masih jelas di ingatan kita bagaimana perbedaan pilihan membuat Pilkada DKI Jakarta begitu ramai di media sosial. Penyebaran berita hoax yang tak terbendung hingga bermusuhan dengan teman di media sosial seakan tak terhindarkan.

Sebuah survei yang dilakukan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI) pada masa Pilkada DKI Jakarta 2017 pun menemukan fakta yang mencengangkan. Survei hasil kerja sama dengan Selasar.com terhadap 700 data pengguna ini mengerucutkan 107 partisipan dimana 85 diantaranya golongan milenial. Sementara itu 32 orang adalah warga DKI Jakarta.

Para partisipan diberi 50 pertanyaan tertutup menggunakan instrumen Tylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) untuk mengukur tingkat kecemasan partisipan. "Hasilnya orang DKI lebih cemas dibandingkan warga Non DKI. 62.5 persen dibandingkan 37.5 persen," ujar Ketua PDSKJI, dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ di @America, Jakarta, belum lama ini.

Menariknya, kata dia, kecemasan paling tinggi justru dialami mereka yang golput alias tidak memberikan piluhan yakni sekitar 60.4 persen. Namun kecemasan tidak berlaku bagi partisipan yang berasal dari partai politik.

"Hanya masyarakat awam yang cemas terhadap hasil pilkada DKI kemarin," tambah Riyanti.

Ia menyadari bahwa kemudahan mengakses berbagai informasi menjadi alasan mengapa penggunanya lebih didera kecemasan. Namun menurut hasil survei mereka yang aktif mencari informasi dan yang tidak memiliki kadar kecemasan yang relatif sama.

"Tidak kita cari pasti sampai karena ada media sosial. Orang gampang ngeshare sesuatu, sehingga akhirnya yang mencari atau tidak tingkat kecemasannya sama," lanjut Riyanti.

Beberapa topik di media sosial yang menyebabkan kecemasan, kata dia, paling tinggi menyangkut berita ujaran kebencian atau hoax, penistaan agama dan ras.

Pilkada DKI Jakarta ini juga, menurut survei, turut membuat pengguna media sosial kehilangan teman. Sebanyak 51 orang kehilangan teman dengan kecemasan 66,7 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Agar Tampilan Kuku Cantik Maksimal di Medsos, Coba Trik Ini

Agar Tampilan Kuku Cantik Maksimal di Medsos, Coba Trik Ini

Lifestyle | Rabu, 09 Agustus 2017 | 14:17 WIB

Posting Winnie the Pooh di Medsos, Siap-siap Diblokir!

Posting Winnie the Pooh di Medsos, Siap-siap Diblokir!

Tekno | Selasa, 18 Juli 2017 | 07:18 WIB

Lihat Foto Selfie Teman, Bikin Perempuan Tak Percaya Diri?

Lihat Foto Selfie Teman, Bikin Perempuan Tak Percaya Diri?

Lifestyle | Senin, 13 Maret 2017 | 19:46 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×