Mengaku Ateis, Mengapa Hawking Dimakamkan Secara Kristen?

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 21 Maret 2018 | 19:08 WIB
Mengaku Ateis, Mengapa Hawking Dimakamkan Secara Kristen?
Fisikawan Inggris, Stephen Hawking berbicara kepada para peserta sebuah acara di Hong Kong dari kantornya di Cambridge, Inggris. Ia dalam acara itu tampil dalam wujud hologram. (AFP/Anthony Wallace)

Suara.com - Selama masa hidupnya, fisikawan ulung Inggris, Stephen Hawking, dikenal sebagai seorang ateis. Dalam beberapa kesempatan, kepada publik ia mengatakan bahwa dirinya tak mempercayai Tuhan maupun konsep surga dan neraka sebagai alam kehidupan setelah kematian.

Dalam sebuah kesempatan ia bahkan pernah mengatakan bahwa dengan sains, manusia tak lagi membutuhkan Tuhan.

"Sebelum kita memahami sains, wajar jika kita percaya bahwa Tuhan menciptakan alam semesta. Tetapi kini sains menawarkan lebih banyak penjelasan yang lebih masuk akal," kata dia seperti dilansir ABC.

"Menurut saya, tak ada satu pun aspek realitas di luar jangkauan pikiran manusia," tegas dia.

Tetapi setelah wafat pada 14 Maret lalu, keluarga Hawking justru mengumumkan bahwa mendiang akan dilepas ke peristirahatan terakhirnya pada 31 Maret nanti dalam upacara-upacara sesuai tradisi Kekristenan.

Anak-anak Hawking, Lucy, Robert, dan Tim, dalam pernyataan resmi mereka mengatakan bahwa mendiang akan dimakamkan di kompleks Gereja Westminster Abbey di London, di tempat ilmuwan ulung penggagas teori gravitasi Isaac Newton dan bapak teori evolusi, Charles Darwin juga dikebumikan.

Tak hanya itu, abu Hawking juga akan disemayamkan di Gereja St Mary, Universitas Cambridge. Di gereja itu akan digelar upacara pemakaman sesuai tradisi Kristen untuknya.

Sementara sebuah kebaktian ucapan syukur untuk mengenang Hawking juga akan digelar pada tahun ini di Gereja Westminster Abbey.

Lalu apakah itu tak bertentangan dengan nilai-nilai yang dipegang teguh Hawking selama hidupnya?

Baca Juga: Kaji Penutupan Jalan Jati Baru oleh Anies, Polisi Libatkan Ahli

"Kehidupan dan karya ayah kami berarti besar untuk banyak orang, baik orang-orang beragama maupun yang tidak. Jadi upacara yang akan digelar untuknya akan terbuka dan tradisional," bunyi pertanyataan resmi keluarga Hawking.

Sementara perwakilan Gereja Westminster, Pastor John Hall mengatakan bahwa dimakamkannya Hawking di kompleks itu menunjukkan pentingnya kerja sama antara sains dan agama untuk menemukan jawaban atas misteri kehidupan serta alam semesta.

"Sungguh pas jika Profesor Stephen Hawking dikebumikan di gereja ini, berdampingan dengan ilmuwan besar lainnya. Sir Issac Newton di makamkan di sini pada 1727. Charles Darwin dimakamkan di samping Isaac Newton pada 1882," kata Hall.

"Kami yakin bahwa kerja sama antara sains dan agama sangat penting untuk menemukan jawaban atas misteri-misteri besar kehidupan dan alam semesta," tutup dia. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI