Ilmuwan Bumi Datar Terluka setelah Luncurkan Dirinya ke Udara

Dythia Novianty
Ilmuwan Bumi Datar Terluka setelah Luncurkan Dirinya ke Udara
Mike Hughes, seorang pendukung teori Bumi datar di Amerika Serikat, berfoto bersama roket yang akan mengantarnya ke angkasa pada Januari 2018. [Facebook/Mad Mike Hughes]

Seorang ilmuwan membangun dan meluncurkan roket bertenaga uapnya sendiri untuk membuktikan bumi datar dan dia terluka.

Suara.com - Seorang ilmuwan membangun dan meluncurkan roket bertenaga uapnya sendiri untuk membuktikan bumi datar. Sayangnya, upayanya tidak berhasil karena jatuh bersama roket ciptannya.

Mike Hughes jatuh setelah mencapai 1.875 kaki di atas Gurun Mojave, California dan segera dilarikan ke rumah sakit. Untungnya, dia selamat dari kecelakaan itu berkat dua parasut yang menyebarkan roket Liberty One.

Nasib Hughes jauh lebih baik daripada mesin terbangnya karena bagian hidung depannya hancur.

Apa yang dilakukan ini dengan misi membuktikan bumi datar, setelah pernyataannya yang tidak percaya pada sains.

"Apakah saya percaya bahwa Bumi berbentuk seperti Frisbee? Saya percaya itu, apakah saya tahu pasti? Tidak. Itu sebabnya saya ingin naik ke angkasa," katanya.

Sayang, setelah aksi penerbangannya dia tidak membuktikan semua orang mulai dari Galileo hingga Stephen Hawking salah.

"Apakah saya senang melakukannya? Ya. Saya kira," ujarnya.

Hughes diejek karena percaya roket bertenaga uap, yang membutuhkan 70 galon air untuk lepas landas, bisa membuatnya menjadi orbit. Dia dibandingkan dengan Wile E. Coyote dan dicap sebagai orang tidak waras.

Keraguan yang dirasa Hughes setelah ia harus membatalkan beberapa peluncuran karena logistik dan otoritas melarang dia lepas landas.

Namun, setelah seorang teman yang memiliki tanah yang sangat besar membiarkannya tinggal landas di tanah miliknya, dia pun melanjutkan aksinya. [Metro]

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS