Satelit India Pastikan Ada Air di Bulan

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 22 Agustus 2018 | 08:45 WIB
Satelit India Pastikan Ada Air di Bulan
Bumi terlihat dari permukaan bulan (NASA/Shutterstock).

Suara.com - Para ilmuwan mengaku telah memastikan adanya kandungan air di Bulan, demikian diwartakan BBC, Selasa (21/8/2018). Air dalam wujud es itu ditemukan baik di kutub utara maupun selatan Bulan dan uniknya usia kandungan air itu tak sepurba yang dikira sebelumnya.

Kepastian akan adanya air dalam wujud es di permukaan bulan itu diperoleh berkat data-data yang dikumpulkan oleh satelit Chandrayaan-1 milik India. Satelit itu mengelilingi Bulan pada periode 2008 hingga 2009 silam.

Lapisan-lapisan es itu, seperti dibeberkan para ilmuwan dalam studi yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Science itu, memiliki pola unik.

Di kutub selatan Bulan, kandungan es banyak ditemukan di dalam kawah. Sementara di kutub utara Bulan lapisan es lebih terbesar dan mencakup area yang lebih luas.

Satelit Chandrayaan-1 berhasil memastikan adanya air di Bulan berkat sebuah instrumen inframerah yang terpasang padanya.

Instrumen bernama Moon Mineralogy Mapper (M3) itu bisa membedakan air - baik dalam bentuk cair, es, atau gas - tak hanya dengan mengukur pantulan dari molekul-molekul air, tetapi juga dari cara molekul-molekul itu menyerap cahaya inframerah.

Suhu di permukaan Bulan sendiri bisa mencapai 100 derajat Celcius pada siang hari. Kondisi ini sebenarnya tak bisa membuat air atau es bertahan di permukaan satelit natural Bumi itu.

Tetapi karena Bulan memiliki kemiringan 1,54 derajat terhadap sumbunya, ada beberapa area yang di wilayah kutubnya yang tak pernah terpapar sinar Matahari. Para peneliti menduga bahwa kawah-kawah di kutub-kutub Bulan memiliki suhu sekitar -157 derajat Celcius.

Sebelumnya beberapa penelitian memang sudah menduga bahwa ada air di Bulan. Tetapi penelitian-penelitian itu hanya mengandalkan data berupa hasil pantulan cahaya dari permukaan Bulan. Data-data itu masih memiliki potensi kekeliruan karena pantulan cahaya bisa saja tak berasal dari permukaan es, tetapi dari lapisan tanah di Bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI