Para Investor Facebook Siap Gulingkan Posisi Mark Zuckerberg

Dythia Novianty

Kamis, 18 Oktober 2018 | 06:48 WIB
Para Investor Facebook Siap Gulingkan Posisi Mark Zuckerberg
CEO Facebook, Mark Zuckerberg. [AFP]

Suara.com - Beberapa pejabat negara yang mengelola dana publik dengan kepemilikan di Facebook (Investor) ingin melihat CEO Mark Zuckerberg keluar sebagai ketua di posisinya sebagai pemimpin perusahaan.

Pada hari Rabu (17/10/2018) setempat, bendahara negara Rhode Island, Illinois dan Pennsylvania, serta pengawas keuangan Kota New York, menandatangani petisi dari proposal pemegang saham yang meminta dewan direksi Facebook untuk menggeser posisi ketua dewan. Proposal ini awalnya diajukan pada bulan Juni lalu oleh investor Trillium Asset Management.

Sayang, Facebook menolak berkomentar.

Proposal kebanyakan bersifat simbolis. Pasalnya, Zuckerberg memiliki hampir 60 persen kekuatan voting di antara para pemegang saham berkat massanya dari saham-saham supervoting. Posisi itu bernilai daya voting 10 kali lebih banyak dari pangsa normal.

Namun, gerakan hari Rabu itu justru memberi cahaya pada keraguan baru-baru ini tentang kepemimpinan Facebook. Panggilan untuk memasang seseorang selain Zuckerberg sebagai ketua, yang mendirikan jejaring sosial di kamar asrama Harvard pada 2004, menunjukkan bahwa beberapa pendukung Facebook yang kuat akan menyukai arahan baru di perusahaan, terutama setelah banyak krisis.

Co-filing ini muncul setelah Facebook mengungkapkan pada bulan September lalu bahwa peretas mencuri info pribadi dari 29 juta orang. Proposal dan co-filing juga menyoroti "kesalahan penanganan" Facebook dari insiden terbaru lainnya.

Sementara itu, urusan perusahaan juga masih belum pulih dari campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS, serta skandal Analytica Cambridge, di mana konsultasi yang berbasis di Inggris memanen informasi dari 87 juta pengguna Facebook tanpa izin mereka.

"Struktur pemerintahan Facebook terus menempatkan investornya dalam risiko," kata Bendahara Negara Illinois Michael Frerichs dalam rilisnya.

"Sekarang saatnya untuk berubah. Kita perlu melihat lebih banyak akuntabilitas Mark Zuckerberg kepada dewan direksi untuk mengembalikan kepercayaan investor dan melindungi nilai pemegang saham," ujarnya.

baca juga

Proposal serupa untuk menunjuk kursi independen diajukan tahun lalu tetapi tidak lulus. Proposal baru dijadwalkan untuk voting pada pertemuan pemegang saham tahunan Facebook pada Mei 2019. [Cnet]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bekas Bos Instagram Akhirnya Buka Suara soal Pengunduran Dirinya

Bekas Bos Instagram Akhirnya Buka Suara soal Pengunduran Dirinya

Tekno | Selasa, 16 Oktober 2018 | 15:37 WIB

Anda Termasuk 50 Juta Pengguna Facebook yang Diretas? Cek Disini

Anda Termasuk 50 Juta Pengguna Facebook yang Diretas? Cek Disini

Tekno | Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:23 WIB

Facebook Putuskan Tak Beri Perlindungan ID untuk Korban Peretasan

Facebook Putuskan Tak Beri Perlindungan ID untuk Korban Peretasan

Tekno | Minggu, 14 Oktober 2018 | 08:16 WIB

Cara Mudah Mengidentifikasi Akun Facebook yang Diretas

Cara Mudah Mengidentifikasi Akun Facebook yang Diretas

Tekno | Kamis, 11 Oktober 2018 | 19:43 WIB

Tutup Akun Facebook Kini Perlu 30 Hari

Tutup Akun Facebook Kini Perlu 30 Hari

Tekno | Selasa, 09 Oktober 2018 | 16:45 WIB

Awas! Beredar Pesan Scammer Facebook Peringatkan Akun Dikloning

Awas! Beredar Pesan Scammer Facebook Peringatkan Akun Dikloning

Tekno | Selasa, 09 Oktober 2018 | 11:30 WIB

Terkini

Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal

Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan

Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:04 WIB

UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta

UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"

Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah

Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah

Lampung | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Novel Tanjung Luka, Pencarian Kebenaran di Tengah Prasangka Masyarakat

Novel Tanjung Luka, Pencarian Kebenaran di Tengah Prasangka Masyarakat

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi

Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi

Jatim | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:44 WIB

Achilles Bidik Kebutuhan Bisnis dari Transaksi hingga Pendanaan

Achilles Bidik Kebutuhan Bisnis dari Transaksi hingga Pendanaan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:43 WIB

1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai

1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Mitos macOS Lebih Aman Runtuh: Riset Kaspersky Ungkap Pengguna Mac Lebih Rentan Terkena Malware

Mitos macOS Lebih Aman Runtuh: Riset Kaspersky Ungkap Pengguna Mac Lebih Rentan Terkena Malware

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:35 WIB

×