Studi: Mars Punya Cukup Oksigen untuk Menopang Kehidupan

Liberty Jemadu

Selasa, 23 Oktober 2018 | 15:20 WIB
Studi: Mars Punya Cukup Oksigen untuk Menopang Kehidupan
Ilustrasi Planet Mars. [Shutterstock]

Suara.com - Air garam di bawah permukaan Mars diyakini memiliki cukup oksigen untuk menopang kehidupan sederhana, mirip dengan mikroba yang muncul dan berkembang pesat miliaran tahun lalu di Bumi demikian kata para ilmuwan seperti dilansir AFP, Senin (22/10/2018).

Dalam laporan di jurnal Nature Geoscience, para ilmuwan mengatakan bahwa di beberapa tempat di Mars jumlah oksigen bahkan cukup untuk menghidupi mahluk-mahluk bersel jamak seperti spons.

"Kami menemukan bahwa air dengan kandungan garam tinggi di Mars bisa memiliki cukup oksigen untu membantu mikroba bernafas," kata Vlada Stamenkovic, pakar fisika dari lembaga Jet Propulsion Laboratory di California, AS yang memimpin studi tersebut.

"Temuan merevolusi penuh pemahaman kita soal potensi kehidupan di Mars, hari ini dan pasa masa lampau," imbuh dia.

Sebelumnya memang, meski para ilmuwan mengetahui ada oksigen di Mars, tetapi mereka sanksi kadar gas tersebut di Mars cukup untuk menopang kehidupan mikroba.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa oksigen di atmosfer Mars sangat jarang, sekitar 0,14 persen. Di Bumi, jumlah oksigen di atmosfer mencapai 21 persen.

Oksigen di Bumi sendiri pada mulanya, selain berasal dari reaksi kimia material alam seperti logam dan batuan, juga berasal dari mikroba-mikroba yang bernafas dengan oksigen (aerob) - yang berfotosintesis, sebuah proses mengubah karbon dioksida menjadi oksigen.

Pada sekitar 2,35 miliar tahun lalu, Bumi mengalami apa yang disebut sebagai Great Oxygenation Event. Ketika itu oksigen yang produksi para mikroba di bawah air dilepaskan ke atmosfer Bumi dalam jumlah besar dan memicu munculnya kehidupan yang lebih kompleks, termasuk manusia.

Studi ini sendiri bermula dari penemuan mangan oksida oleh robot peneliti Amerika Serikat, Curiosity di Mars. Mangan oksida merupakan zat kimia yang hanya bisa diproduksi jika ada oksigen dalam jumlah besar.

Curiosity juga berhasil menemukan adanya deposit air garam di permukaan Mars. Kandungan garam tinggi akan menghindari air membeku meski dalam suhu sangat rendah.

Air dalam bentuk cair adalah kondisi ideal agar oksigen bisa larut dalam air. Keseluruhan kondisi ini, air asin dengan kandungan oksigen, menjadi tempat ideal bagi mikroba.

Suhu di Mars sendiri bervariasi tergantung wilayah, musim, dan jam setiap hari. Suhu minimum bisa mencapai minus 195 derajat Celcius dan paling panas 20 derajat Celcius.

Dalam studinya Stamenkovic dkk merancang sebuah model untuk menggambarkan bagaimana oksigen larut di dalam air asin pada suhu di bawah nol. Mereka juga mengembangkan model kedua untuk mempelajari perubahan iklim di Mars selama 20 juta tahun terakhir dan selama 10 juta tahun ke depan.

Kombinasi dari dua model itu menunjukkan area mana saja di Mars yang bisa memproduksi banyak air garam beroksigen. Data ini akan bermanfaat untuk menentukan tempat riset di Mars berikutnya.

"Penelitian kami bukan mengimplikasikan bahwa ada kehidupan di Mars. Tetapi menunjukkan bahwa habitalitas Mars dipengaruhi oleh oksigen yang larut (dalam air garam)," tutup dia memperingatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belajar Saling Memahami dari Buku Men Are from Mars, Women Are from Venus

Belajar Saling Memahami dari Buku Men Are from Mars, Women Are from Venus

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:25 WIB

Geger Jejak Misterius di Mars, NASA Temukan Struktur Aneh seperti Sisik Hewan

Geger Jejak Misterius di Mars, NASA Temukan Struktur Aneh seperti Sisik Hewan

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:00 WIB

Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars

Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars

Entertainment | Jum'at, 03 April 2026 | 14:00 WIB

Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop

Anak Indonesia Sampai Mars, 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-Anak Nonton Pelangi di Mars di Bioskop

Entertainment | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:37 WIB

3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan

3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:00 WIB

Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat

Dari Surabaya ke Makassar, Cast Pelangi di Mars Sapa Langsung Penonton dengan Hangat

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 14:00 WIB

6 Film Berlatar Mars yang Wajib Kamu Tonton, Terbaru Ada Pelangi di Mars!

6 Film Berlatar Mars yang Wajib Kamu Tonton, Terbaru Ada Pelangi di Mars!

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Pelangi di Mars, Ketika Film Anak Gagal Memahami Anak

Pelangi di Mars, Ketika Film Anak Gagal Memahami Anak

Your Say | Minggu, 22 Maret 2026 | 13:15 WIB

Pelangi di Mars Diserang Isu AI hingga Buzzer, PH Beri Klarifikasi Panjang

Pelangi di Mars Diserang Isu AI hingga Buzzer, PH Beri Klarifikasi Panjang

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Film Pelangi di Mars: Petualangan Sci-Fi Anak yang Berani dan Inspiratif

Film Pelangi di Mars: Petualangan Sci-Fi Anak yang Berani dan Inspiratif

Your Say | Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Langganan Strava Kena Pajak, Ini 4 Aplikasi Lari yang Bisa Dipakai Gratis

Langganan Strava Kena Pajak, Ini 4 Aplikasi Lari yang Bisa Dipakai Gratis

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:08 WIB

Oppo Reno16 Series Resmi Rilis, Ini Harga, Spesifikasi, dan Fitur AI Terbaru di Indonesia

Oppo Reno16 Series Resmi Rilis, Ini Harga, Spesifikasi, dan Fitur AI Terbaru di Indonesia

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:28 WIB

Tak Bisa Lagi Pakai NIK Orang Lain, Registrasi SIM Kini Wajib Scan Wajah

Tak Bisa Lagi Pakai NIK Orang Lain, Registrasi SIM Kini Wajib Scan Wajah

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:48 WIB

Reddit Kembali Dibuka di Indonesia, Komdigi Ungkap Alasan dan Syaratnya

Reddit Kembali Dibuka di Indonesia, Komdigi Ungkap Alasan dan Syaratnya

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 07:17 WIB

8 Rekomendasi Laptp Murah RAM Besar di Bawah Rp 10 Juta, Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa

8 Rekomendasi Laptp Murah RAM Besar di Bawah Rp 10 Juta, Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Registrasi Kartu SIM Pakai Biometrik Mulai Berlaku, XLSMART Ungkap Nasib Pelanggan Lama

Registrasi Kartu SIM Pakai Biometrik Mulai Berlaku, XLSMART Ungkap Nasib Pelanggan Lama

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:14 WIB

XLSMART dan Kemnaker Luncurkan Future Ready, Siapkan 1 Juta Talenta Digital dan 1.000 Peluang Kerja

XLSMART dan Kemnaker Luncurkan Future Ready, Siapkan 1 Juta Talenta Digital dan 1.000 Peluang Kerja

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:16 WIB

Sony Berhenti Produksi Game Fisik PlayStation mulai 2028, Hanya Digital Saja!

Sony Berhenti Produksi Game Fisik PlayStation mulai 2028, Hanya Digital Saja!

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:20 WIB

3 Pilihan HP Samsung 3 Kamera Belakang Termurah, Hasil Foto Tajam dan Performa Kencang

3 Pilihan HP Samsung 3 Kamera Belakang Termurah, Hasil Foto Tajam dan Performa Kencang

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:00 WIB

Indosat dan Arsari Bangun Tulang Punggung Internet Indonesia, Kelola Fiber 86.000 Km

Indosat dan Arsari Bangun Tulang Punggung Internet Indonesia, Kelola Fiber 86.000 Km

Tekno | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:18 WIB

×