Mengapa Anak Krakatau Masih Berbahaya?

Liberty Jemadu

Rabu, 09 Januari 2019 | 19:56 WIB
Mengapa Anak Krakatau Masih Berbahaya?
Erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat dari KRI Torani 860 saat berlayar di Selat Sunda, Lampung, Selasa (1/1/2019).[ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]

Penelitian ini dimulai dengan pengamatan bahwa Anak Krakatau sebagian terbangun di atas dinding kawah yang curam akibat letusan Krakatau 1883. Karena itu kami bertanya pada diri sendiri, “bagaimana jika bagian dari gunung berapi ini runtuh ke laut?”

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami secara numerik mensimulasikan destabilisasi sebagian besar gunung berapi Anak Krakatau ke arah barat daya secara tiba-tiba, dan selanjutnya pembentukan serta perambatan tsunami. Kami menunjukkan hasil yang memproyeksikan waktu kedatangan dan amplitudo gelombang yang dihasilkan, di Selat Sunda dan di pantai Jawa dan Sumatra.

Ketika memodelkan tsunami yang dipicu oleh tanah longsor, beberapa asumsi perlu dibuat mengenai volume dan bentuk tanah longsor, cara ia runtuh (dalam sekali ambrol versus dalam beberapa kegagalan), atau cara perambatannya. Dalam studi itu, kami membayangkan “suatu skenario kasus terburuk” dengan volume 0,28 kilometer kubik material vulkanik yang runtuh–setara dengan sekitar 270 bangunan Empire State New York.

Kami memperkirakan bahwa semua pantai di sekitar Selat Sunda berpotensi terkena gelombang lebih dari 1 meter kurang dari 1 jam setelah kejadian. Sayangnya, tampaknya temuan kami tidak jauh dari apa yang terjadi pada 22 Desember: Waktu kedatangan dan amplitudo gelombang yang teramati berada dalam kisaran simulasi kami, dan ahli kelautan Stephan Grilli dan rekannya memperkirakan bahwa 0,2 kilometer kubik tanah benar-benar runtuh.

Sejak tanah longsor terjadi itu, telah terjadi letusan Surtseyan terus menerus. Ini melibatkan interaksi eksplosif antara magma gunung berapi dan air di sekitarnya, yang membentuk kembali Anak Krakatau karena terus perlahan meluncur ke barat daya.

Indonesia tetap waspada. Para pejabat terus memperingatkan tentang potensi lebih banyak tsunami. Sementara menunggu, ada baiknya kembali merujuk ke riset yang telah melihat potensi bahaya yang disebabkan oleh gunung berapi.

Artikel ini sudah ditayangkan oleh The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:56 WIB

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:03 WIB

Segini Tinggi Tsunami yang Mungkin Terjang Jepang Sore Ini

Segini Tinggi Tsunami yang Mungkin Terjang Jepang Sore Ini

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:44 WIB

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:27 WIB

Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami

Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:57 WIB

Apakah Gunung Anak Krakatau Boleh Dikunjungi?

Apakah Gunung Anak Krakatau Boleh Dikunjungi?

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 07:20 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul? Ini Sejarah dari Letusan Gunung Krakatau

Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul? Ini Sejarah dari Letusan Gunung Krakatau

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:25 WIB

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Lifestyle | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:02 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×