Sempat Tersandung Kasus, Pendapatan Facebook Berhasil Cetak Rekor

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Minggu, 03 Februari 2019 | 09:15 WIB
Sempat Tersandung Kasus, Pendapatan Facebook Berhasil Cetak Rekor
Ilustrasi logo Facebook. (AFP)

Suara.com - Meski sempat tersandung berbagai macam kasus, mulai dari peretasan hingga skandal Cambridge Analytica, Facebook membeberkan bahwa pendapatan kuartal perusahaan telah meningkat sebanyak 6,9 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 96,18 triliun (1 dolar AS = Rp 13.939,96). Angka tersebut disebut menjadi rekor sepanjang masa perusahaan.

Pendapatan melonjak 30 persen dari tahun lalu menjadi 16,9 miliar dolar Amerika Serikat atau kisaran Rp 235,58 triliun. Tak hanya itu, jumlah pengguna bulanan Facebook juga meningkat 9 persen menjadi 2,32 miliar pengguna. Sementara itu, laba bersih untuk Facebook yang sebagian besar didapat dari iklan online pun meningkat 61 persen.

"Komunitas dan bisnis kami terus tumbuh. Kami telah secara mendasar mengubah cara kami menjalankan perusahaan untuk fokus pada masalah sosial terbesar dan kami berinvestasi lebih banyak untuk membangun cara-cara baru," kata Mark Zuckerberg, Co-founder dan Cheif Executive Facebook, seperti dikutip dari phys.org.

Pembaruan terbaru menunjukkan Facebook meningkatkan basis penggunanya baik di Amerika Serikat dan Eropa, di mana jejaring sosial tersebut telah menghadapi skandal perlindungan data.

"Dengan hasil ini, Facebook telah dengan jelas menunjukkan bahwa tantangan tahun 2018 tidak memiliki dampak abadi pada kemampuan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan dan pengguna," ucap Debra Aho Williamson, seorang analis dari perusahaan riset eMarketer.

Meski begitu, Zuckerberg memperingatkan bahwa pengeluaran tahun ini diperkirakan akan melonjak 40 hingga 50 persen karena perusahaan akan terus berinvestasi pada pusat data, produk baru, dan keamanan.

Tak hanya membeberkan mengenai pendapatan, Facebook juga memperkirakan sekitar 2,7 miliar orang menggunakan "keluarga" layanannya termasuk Instagram, WhatsApp, dan Messenger. Instagram sendiri telah menjadi ladang yang menjanjikan bagi Facebook, di mana pendapatan dan memiliki pengguna yang terus meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Facebook Tutup Ratusan Akun Milik Kelompok Saracen di Indonesia

Facebook Tutup Ratusan Akun Milik Kelompok Saracen di Indonesia

Tekno | Jum'at, 01 Februari 2019 | 18:28 WIB

Apple Blokir Google dan Facebook di Aplikasi iOS Internal, Lho Kok ?

Apple Blokir Google dan Facebook di Aplikasi iOS Internal, Lho Kok ?

Tekno | Jum'at, 01 Februari 2019 | 11:20 WIB

Merger Facebook Messenger, WhatsApp dan Instagram Terealisasi pada 2020

Merger Facebook Messenger, WhatsApp dan Instagram Terealisasi pada 2020

Tekno | Jum'at, 01 Februari 2019 | 08:00 WIB

Dari 2 Miliar Pengguna Facebook, 50 Persennya Ternyata Akun Palsu?

Dari 2 Miliar Pengguna Facebook, 50 Persennya Ternyata Akun Palsu?

Tekno | Minggu, 27 Januari 2019 | 17:31 WIB

Facebook Akan Gabungkan Messenger, Instagram, dan WhatsApp

Facebook Akan Gabungkan Messenger, Instagram, dan WhatsApp

Tekno | Sabtu, 26 Januari 2019 | 06:45 WIB

Tidak Punya Akun Facebook dan Twitter Tapi Perilaku Anda Bisa Diprediksi ?

Tidak Punya Akun Facebook dan Twitter Tapi Perilaku Anda Bisa Diprediksi ?

Tekno | Rabu, 23 Januari 2019 | 14:10 WIB

Terkini

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:00 WIB

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

×