Array

Robot Israel yang Akan Mendarat di Bulan Berhasil Capai Antariksa

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 22 Februari 2019 | 19:59 WIB
Robot Israel yang Akan Mendarat di Bulan Berhasil Capai Antariksa
Beresheet, robot buatan Israel, yang akan mendarat di Bulan pada April 2019. Robot ini dikirim ke luar angkasa oleh roket Falcon 9 pada Jumat (22/2/2019) waktu Indonesia. [spaceil.com]

Suara.com - Roket Falcon 9 milik SpaceX meluncur dari Florida, Amerika Serikat pada Kamis malam atau Jumat pagi (22/2/2019) waktu Indonesia untuk membawa sebuah robot milik Israel ke Bulan.

Robot bernama Beresheet itu, sebuah kata dalam bahasa Ibrani yang berarti "pada mulanya", melesat ke luar angkasa sekitar pukul 8.45 malam waktu setempat.

Jika robot tanpa roda dan memiliki empat kaki itu berhasil mendarat di Bulan, maka Israel akan menjadi negara keempat dalam sejarah, setelah Amerika Serikat, Uni Soviet, dan China, yang berhasil mencapai satelit Bumi itu.

Beresheet, yang seukuran sebuah mesin cuci piring, adalah satu dari tiga kargo yang dibopong Falcon 9 ke luar angkasa. Dua lainnya adalah sebuah satelit milik Angkatan Udara AS dan satu lagi Satelit Nusantara Satu milik PT Pasifik Satelit Nusantara.

Rencananya Beresheet akan mendaat di Bulan pada pertengahan April setelah melewati perjalanan selama dua bulan, meniti jarak sejauh 6,5 juta kilometer.

Jarak antara Bumi ke Bulan sendiri hanya sekitar 386.242 km. Tetapi rute yang ditempuh Beresheet memang lebih rumit.

Untuk mendekati Bulan, Berseheet akan terus mengitari Bumi dalam lintasan yang semakin melebar sampai ia masuk dalam ruang gravitasi Bulan. Setelah itu, ia akan melakukan beberapa manuver, sebelum secara otomatis mendarat dengan lembut di permukaan Bulan.

Selain sebagai robot pertama Israel, Beresheet juga akan menjadi pesawat buatan swasta pertama yang mendarat di Bulan. Robot berbobot 585 kilogram itu dibangun oleh perusahaan antariksa nirlaba SpaceIL dan kontraktor pertahanan Israel Aerospace Industries, sebuah perusahaan milik pemerintah Israel.

Robot itu dibuat dengan menelan dana sebesar 100 juta dolar AS, yang sebagian besar diperoleh dari sumbangan swasta.

Beresheet dirancang untuk beroperasi selama dua atau tiga hari saja di permukaan Bulan. Ia akan memotret lokasi pendaratan dan mengukur medan magnet Bulan. Data-data yang dikumpulkannya akan dikirim pusat kendali di Israel.

Setelah masa tugasnya selesai, Beresheet itu akan dimatikan dan akan menjadi sampah di permukaan Bulan. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI