Studi: Orang Kidal Punya Nenek Moyang Jago Kelahi

Liberty Jemadu
Studi: Orang Kidal Punya Nenek Moyang Jago Kelahi
Petinju dan atlet tarung bebas Conor McGregor (kiri) adalah salah satu petarung kidal. Dalam pertarungan di Agustus 2018, ia dikalahkan juara tinju dunia, Floyd Mayweather (kanan). [AFP/John Gurzinski]

Karena jago kelahi, orang-orang kidal bisa mengelabui sistem seleksi alam yang kejam.

Suara.com - Orang-orang kidal lebih pandai atau jago kelahi ketimbang mereka yang mengandalkan tangan kanan, demikian hasil penelitian terbaru. Kelebihan itu, kata para peneliti, menjelaskan mengapa kidal sebagai sebuah ciri masih banyak ditemukan pada manusia.

Padahal sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan orang kidal memiliki harapan hidup lebih rendah karena lebih rentan mengidap kanker payudara, sakit sistem pencernaan, schizophrenia, dan memiliki bobot tubuh lebih ringan saat lahir.

"Karena kidal memiliki pengaruh genetik yang kuat, maka seharusnya dalam (perspektif) seleksi alam orang kidal sudah tak ada," kata Thomas Richardson, pakar biologi evolusi pada Universitas Manchester, Inggris.

Tetapi yang terjadi saat ini tidak demikian. Orang kidal masih banyak ditemukan dan penelitian Richardson menunjukkan bahwa orang kidal adalah para jago kelahi. Kelebihan inilah yang membuat mereka bisa mengelabui seleksi alam yang kejam.

Richardson, yang studinya diterbitkan dalam jurnal jurnal BioRxiv pekan lalu, mengatakan bahwa hasil penelitiannya memperkuat sebuah teori bernama fighting hypothesis.

Dalam teori itu disebutkan bahwa orang yang dominan menggunakan tangan kanan terbiasa berkelahi dengan mereka yang juga mengandalkan tangan kanan, karena orang-orang kidal memang lebih jarang di masyarakat.

Sementara ketika bertarung melawan orang kidal, petarung yang dominan tangan kanan akan kesulitan. Alasannya karena lawan akan lebih mudah terkecoh dengan kuda-kuda orang kidal.

Ketika manusia hidup di era penuh kekerasan, orang-orang kidal ini muncul sebagai tokoh-tokoh dominan di tengah masyarakat karena mereka lebih sering memenangkan pertempuran. Karenanya tak heran jika gen mereka terus menyebar.

"Alasan mengapa orang-orang kidal masih ada adalah karena nenek moyang mereka yang kidal memenangkan lebih banyak pertarungan," jelas Richardson.

Dalam studinya itu, Richardson menganalisis hampir 10.000 petinju dan atlet tarung bebas. Ia menemukan bahwa petinju dan petarung kidal, lebih banyak dan lebih sering memenangkan pertarungan.

Ia juga menggunakan sistem rating dan faktor lain untuk mengukur kualitas para petarung kidal dan mereka yang dominan tangan kanan.

Hasilnya, ketika dilakukan pemilihan acak, ditemukan bahwa petarung kidal lebih sering menang dalam perkelahian ketimbang petarung yang mengandalkan tangan kanan.

"Efeknya memang kecil, tetapi sangat signifikan," kata Richardson seperti dilansir CNN.

Ia menambahkan keunggulan orang kidal tak hanya dalam perkelahian, tetapi juga dalam jenis olahraga lain seperti tenis, tenis meja, atau bulu tangkis.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS