Kenapa Tidak Banyak Orang Kidal? Ini Alasannya menurut Penelitian

Agung Pratnyawan

Minggu, 23 November 2025 | 08:48 WIB
Kenapa Tidak Banyak Orang Kidal? Ini Alasannya menurut Penelitian
Ilustrasi tangan kidal. (Shutterstock)

Suara.com - Ada alasan mengapa jumlah orang kidal di dunia sedikit. Bahkan, alasan tersebut bisa ditemukan karena sudah diteliti sebelumnya.

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa jumlah orang kidal hanya sedikit di dunia ini?

Sebagaimana diketahui, orang kidal adalah mereka yang lebih sering menulis atau melakukan aktivitas dengan tangan kiri mereka alih-alih menggunakan tangan kanan.

Faktanya, hanya satu dari 10 orang yang cenderung lebih suka menggunakan tangan kiri daripada tangan kanan di mana rasio yang tetap konstan selama lebih dari 5.000 tahun.

Lantas muncul pertanyaan, mengapa tidak ada pembagian 50-50 antara orang dengan tangan kanan dan tangan kiri?

Mengapa tidak semua dari kita bertangan kanan? mengapa jumlah orang kidal sedikit? Jawabannya bisa dilihat dari penelitian baru dari Universitas Northwestern.

Apa sebenarnya teori baru ini?

Para peneliti mengatakan persentase orang kidal yang terus menurun. Ini merupakan hasil dari keseimbangan antara kerja sama dan kompetisi dalam evolusi manusia.

Manusia telah lama memiliki kebutuhan evolusi untuk bekerja sama, seperti ketika berbagi peralatan atau berburu dalam kelompok.

baca juga

Dan jika kebanyakan orang menggunakan tangan yang sama, hal itu akan mempermudah kerja sama tersebut.

"Semakin sosial hewan tersebut, di mana kerja sama sangat dihargai, semakin besar kecenderungan populasi umum untuk berpihak," kata rekan penulis Daniel M. Abrams .

Lalu mengapa tidak semua dari kita bertangan kanan?

Jawabannya jelas, yakni karena manusia tidak sepenuhnya kooperatif. Kita juga bersaing satu sama lain, dan selalu begitu.

"Jika suatu masyarakat sepenuhnya kooperatif, maka semua orang akan bersikap sama," kata Nauert.

Dan ternyata menurut penelitian, sifat kompetitif kita memastikan bahwa akan selalu ada orang kidal setidaknya 1 dari 10 orang.

Jadi Kenapa Tidak Banyak Orang Kidal? Ini Alasannya menurut Penelitian

1. Faktor Lingkungan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, alasan pertama adalah faktor lingkungan.

Faktor terpenting bagi masyarakat yang efisien adalah tingkat kerja sama yang tinggi. Pada manusia, hal ini menghasilkan mayoritas pengguna tangan kanan.

Dengan kata lain, saat kebanyakan masyarakat menggunakan tangan kanan maka individu akan lebih mementingkan penggunaan tangan kanan.

Ini disebut ilmu kooperatif. Manusia kebanyakan akan kooperatif demi bisa menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik dan bisa diterima masyakarat.

Hal tersebut mempengaruhi jumlah orang kidal di dunia. Ini juga sama logikanya, jika kebanyakan orang adalah bertangan kidal dan kooperatif, maka semua orang akan kidal.

Namun, jika kompetisi lebih penting, populasinya bisa diperkirakan 50-50. Model baru ini dapat memprediksi secara akurat persentase orang kidal dalam suatu kelompok berdasarkan tingkat kerja sama dan kompetisi dalam interaksi sosial.

Model ini membantu menjelaskan dunia kita yang didominasi tangan kanan, baik saat ini maupun secara historis: rasio 90-10 antara atlet kidal dan kanan tetap sama selama lebih dari 5.000 tahun.

Model ini juga menjelaskan dominasi atlet kidal dalam banyak cabang olahraga, di mana persaingan dapat meningkatkan jumlah atlet kidal ke tingkat yang tidak proporsional.

2. Kerjasama dan Keseragaman

Kerja sama lebih mengutamakan keseragaman. Misalnya dengan berbagi peralatan yang sama.

Dalam kehidupan masyarakat yang sosial, beberapa hal dibentuk dan diciptakan untuk orang yang bertangan kanan.

Oleh sebab itu, sejak bayi mereka akan diajari untuk menggunakan tangan kanan agar bisa sesuai dengan hal yang sudah diciptakan sebelumnya.

Hal tersebut juga membuat jumlah orang kidal sedikit di dunia ini.

Itulah beberapa jawaban atas pertanyaan mengapa hanya sedikit orang kidal di dunia ini.

Kontributor : Damai Lestari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Mayoritas Manusia Lebih Nyaman Menggunakan Tangan Kanan?

Mengapa Mayoritas Manusia Lebih Nyaman Menggunakan Tangan Kanan?

Tekno | Senin, 17 November 2025 | 11:05 WIB

Penelitian Baru Ungkap Rahasia di Balik Leher dan Kaki Panjang Jerapah

Penelitian Baru Ungkap Rahasia di Balik Leher dan Kaki Panjang Jerapah

Tekno | Selasa, 11 November 2025 | 18:22 WIB

Kehidupan di Palung Terdalam: Temuan Moluska Purba Ungkap Rahasia Evolusi Laut?

Kehidupan di Palung Terdalam: Temuan Moluska Purba Ungkap Rahasia Evolusi Laut?

Tekno | Senin, 03 November 2025 | 17:56 WIB

Terkini

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Entertainment | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:59 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Lewat #YokKitaGAS, BRI Peduli Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Kurangi dan Pilah Sampah

Lewat #YokKitaGAS, BRI Peduli Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Kurangi dan Pilah Sampah

Lampung | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Di Balik Rekor Kunjungan Wisatawan: Saat Air Bersih Warga Dikorbankan untuk Vila Mewah

Di Balik Rekor Kunjungan Wisatawan: Saat Air Bersih Warga Dikorbankan untuk Vila Mewah

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026

Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026

Malang | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:36 WIB

×