Gugus Bintang Tertua di Tata Surya Ditemukan di dalam Bimasakti

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Gugus Bintang Tertua di Tata Surya Ditemukan di dalam Bimasakti
Ilustrasi Bimasakti. [Shutterstock]

Sekelompok astronom telah berhasil mengidentifikasi usia sebuah gugus bintang di galaksi Bimasakti.

Suara.com - Sekelompok astronom telah berhasil mengidentifikasi usia sebuah gugus bintang di galaksi Bimasakti. Gugus tersebut disebut sebagai HP 1 dengan usia yang diketahui sekitar 12,8 miliar tahun dan membuatnya menjadi salah satu gugus tertua yang pernah ditemukan di tata surya.

HP 1 terletak di area tonjolan galaksi Bimasakti. Meskipun telah ditemukan sebelumnya pada puluhan tahun yang lalu, namun saat itu para astronom tidak dapat memastikan usianya karena keterbatasan teknologi. Tetapi kini dengan bantuan teleskop Gemini Selatan di Cile, para astronom bisa menggali lebih dalam informasi dari HP 1 itu sendiri.

"Gugus bintang ini seperti fosil purba yang terkubur dalam-dalam di area tonjolan galaksi kita, dan sekarang kita sudah dapat mengetahui sejarahnya dengan jelas," ucap astronom Stefano Souza dari Universidade de São Paulo, Brasil, seperti yang dikutip dari Science Alert.

Berkat pengamatan dari teleskop Gemini Selatan dan data berupa arsip gambar dari teleskop antariksa Hubble, para astronom mampu mengidentifikasi bintang-bintang paling redup dalam gugus bintang HP 1. Dari pengamatan tersebut, diketahui bahwa HP 1 berjarak sekitar 21.500 tahun cahaya dari Bumi.

Pengukuran jarak ini juga memungkinkan para astronom untuk memastikan magnitudo dari bintang-bintang di sana secara pasti. Cara tersebut akan memudahkan para astronom untuk mengetahui kandungan elemen yang dimiliki gugus bintang HP 1.

Seorang astronom perempuan sedang mengamati bintang dengan teleskop. [Shutterstock]
Seorang astronom perempuan sedang mengamati bintang dengan teleskop. [Shutterstock]

Elemen yang berbeda akan muncul sebagai garis yang berbeda dalam pengamatan spektroskopi. Ketika elemen yang dikandung bintang-bintang di HP 1 diketahui, maka usia bintang-bintang tersebut akan mudah dihitung.

"HP 1 memainkan peran penting dalam pemahaman kita mengenai bagaimana Bimasakti terbentuk," ucap astronom Leandro Kerber, salah satu astronom dalam penelitian ini dari Universidade de São Paulo dan Universidade Estadual de Santa Cruz.

Galaksi Bimasakti diperkirakan pada awalnya merupakan kumpulan dari gugusan bintang seperti HP 1. Kemudian gugusan bintang menjadi semakin banyak untuk membentuk sebuah galaksi. Seperti yang telah dikatakan astronom Leandro Kerber, dengan mempelajari gugus bintang tua seperti HP 1 sama saja seperti sedang mempelajari sejarah Bimasakti.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS