Siap-siap Menjelajah Waktu dengan Time Travel di Avengers: Endgame

Dythia Novianty | Amelia Prisilia
Siap-siap Menjelajah Waktu dengan Time Travel di Avengers: Endgame
Avengers: Endgame. [Youtube]

Salah satu momentun apik dari film Avengers: Endgame adalah time travel yang dilakukan tim Avengers.

Suara.com - Buat penggemar Marvel yang belum nonton, film Avengers: Endgame ini patut ditonton. Pasalnya, film ini menjadi akhir dari perjalanan para superhero saat melawan Thanos. Salah satu momentun apik adalah time travel yang dilakukan tim Avengers. Timeline waktu dalam Avengers: Endgame, secara sains, fenomena ini dapat dijelaskan oleh grandfather paradoks.

Sebelum melanjutkan pengenalan mengenai grandfather paradoks dan time travel di Avengers: Endgame, sebaiknya siapkan diri untuk berbagai spoiler berikut ini.

Secara garis besar, Avengers: Endgame berkisah mengenai Iron Man, Captain America, Hulk, Black Widow, Hawk Eye, Ant Man, War Machine, Roket, dan Nebula yang melakukan time travel ke masa lalu untuk mengumpulkan infinity stone yang sebelumnya berhasil direbut Thanos.

Cuplikan Avengers: Endgame. [YouTube/@Marvel Entertainment]
Cuplikan Avengers: Endgame. [YouTube/@Marvel Entertainment]

Tujuan tim Avengers ini melakukan time travel ini untuk merubah masa depan saat Thanos sukses menghilangkan sebagian populasi Bumi. Berkat bantuan Ant Man, tim ini siap memperbaiki masa depan untuk mengembalikan lagi rekan-rekan superhero-nya.

Tim Avengers ini awalnya menggunakan grandfather paradoks yang merupakan konsep paradoks paling populer. Grandfather paradoks berpendapat jika saat seseorang melakukan time travel ke masa lalu, maka masa depan tempatnya berada akan berubah.

Dalam film Avengers: Endgame, War Machine memberikan saran agar tim Avengers ini kembali ke masa Thanos masih bayi untuk membunuhnya agar Thanos di masa depan tidak pernah lahir dan ada, persis seperti konsep grandfather paradoks.

Namun, teori ini dibantah keras oleh Tony Stark dan Bruce Banner. Menurut keduanya, time travel memang tidak berjalan semudah itu. Pasalnya, saat seseorang melakukan time travel, ada hukum fisika yang berlaku.

Hal ini selaras dengan pendapat dua ahli fisika kuantum, Pieter Kok dan Matthew Szydagis. Keduanya berpendapat bahwa di setiap titik dalam lingkaran waktu, hukum fisika berlaku.

Berdasarkan pemaparan ini, Joe Anthony Russo dalam Avengers: Endgame mencoba menggunakan pemahaman lain terkait grandfather paradoks dan time travel, yaitu Many Worlds Theory yang digunakan oleh David Deutsch.

Many Worlds Theory ini berpendapat bahwa saat seseorang melakukan time travel, akan timbul realitas baru yang sama sekali tidak mengubah realitas yang sudah ada di masa kini. Pemahaman ini yang lalu digunakan oleh tim Avengers untuk memperbaiki segala hal yang sudah dihancurkan oleh Thanos.

Cuplikan Avengers: Endgame. [YouTube/@Marvel Entertainment]
Cuplikan Avengers: Endgame. [YouTube/@Marvel Entertainment]

Tim Avengers yang tersisa ini nantinya akan melakukan time travel melalui quantum realm, mengambil infinity stones, memperbaiki keadaan, dan mengembalikan kembali infinity stones tersebut ke tempat asalnya tanpa merubah banyak realitas yang sudah terjadi.

Melewati quantum realm, tim Avengers ini akan berubah menjadi sangat kecil setara atom untuk menemukan jalan ke masa lalu. Salah satu masalah saat melewati quantum realm adalah kamu tidak bisa tahu persis ke mana arah dan masa tersebut bergerak. Menangani masalah ini, Tony Stark menciptakan alat navigasi layaknya GPS untuk menentukan lokasi dan masa yang spesifik.

Hasil dari time travel yang dilakukan tim Avengers ini adalah terciptanya dua realitas baru yang berjalan secara simultan. Hal ini memiliki sedikit keterkaitan dengan paralel universe. Hanya saja realitas baru ini sama sekali tidak berpengaruh pada realitas masa kini.

Salah satu bagian dari Avengers: Endgame dianggap membantah teori relativitas dari Albert Einstein. Pasalnya, konsep time travel terlalu jauh dari masa mesin waktu diciptakan. Dalam film tersebut, tim Avengers kembali ke masa saat Captain America tertidur panjang.

Cuplikan Avengers: Endgame. [YouTube/@Marvel Entertainment]
Cuplikan Avengers: Endgame. [YouTube/@Marvel Entertainment]

Sementara Einstein berpendapat, jika saat seseorang melakukan perjalanan melintasi waktu ke masa lalu, membutuhkan energi negatif fisik yang belum tentu ada. Jadi, jika terlalu jauh melompati waktu, tentu ada banyak kemungkinan buruk yang bisa terjadi.

Namun, entah dibuat untuk sengaja membantah grandfather paradoks atau apa, dalam Avengers: Endgame ini konsep time travel menjadi realistis melalui Many Worlds Theory.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS