Lima Cara Hindari Kejahatan Siber

Liberty Jemadu

Rabu, 31 Juli 2019 | 19:43 WIB
Lima Cara Hindari Kejahatan Siber

Suara.com - Kebocoran data tingkat tinggi di perusahaan besar seperti maskapai penerbangan Inggris British Airways dan perusahaan yang menawarkan jasa penginapan Marriott mendapat banyak sorotan media, tetapi penjahat dunia maya semakin menyasar kelompok masyarakat, sekolah, usaha kecil, dan pemerintah.

Di Amerika Serikat (AS), misalnya, rumah sakit, perpustakaan, sistem pendaftaran pemilih, dan kepolisian telah menjadi korban pembajakan digital.

Kejahatan dunia maya bukan hanya masalah bagi dunia korporat. Sekolah, organisasi pramuka, organisasi kemanusiaan, dan organisasi keagamaan juga perlu tahu apa yang menjadi ancaman di dunia maya dan bagaimana untuk menanganinya.

Sebagai direktur akademik untuk klinik keamanan dunia maya di Universitas Indiana, di AS saya membantu mengarahkan siswa dan staf fakultas dalam melatih pegawai pemerintah, organisasi nirlaba, serta usaha kecil tentang bagaimana meningkatkan keamanan dunia maya mereka. Mereka belajar bagaimana mengelola sistem digital dengan lebih baik, melindungi kekayaan intelektual mereka, dan meningkatkan privasi konsumen.

Kita harus memiliki pengetahuan dasar untuk melindungi diri dan kelompok atau organisasi kita di internet. Berikut ini beberapa praktik keamanan dunia maya terbaik yang kami ajarkan agar orang tetap waspada di internet.

1. Perbarui semuanya

Banyak kebocoran–termasuk yang terjadi pada tahun 2017 di biro kredit Equifax yang membuka data keuangan hampir setiap orang dewasa Amerika–berawal dari perangkat lunak yang sudah ketinggalan zaman.

Hampir semua perusahaan komputer besar mengeluarkan pembaruan secara rutin untuk melindungi mereka dari risiko baru.

Selalu perbarui perangkat lunak dan sistem operasi kita. Untuk mudahnya, aktifkan pembaruan otomatis bila memungkinkan.

baca juga

Pastikan juga untuk memasang perangkat lunak untuk memindai virus dan malware di sistem kita sebagai penangkal. Beberapa perangkat ini gratis, seperti Avast yang sangat direkomendasikan.

2. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik

Mengingat kata sandi, terutama kata sandi yang rumit, tidak mudah, itu sebabnya begitu banyak upaya dilakukan untuk mencari alternatif yang lebih baik.

Untuk sementara ini, gunakan kata sandi yang unik dan berbeda untuk setiap situs, dan bukan yang mudah diretas seperti “123456” atau “password”.

Pilih yang panjangnya setidaknya 14 karakter. Misalnya, pilih sebuah kalimat yang kita sukat, lalu gunakan huruf pertama dari setiap kata sebagai kata sandi. Kita bisa tambahkan angka, tanda baca atau simbol untuk membuatnya semakin rumit, yang penting kata sandi itu tidak pendek.

Pastikan untuk mengubah kata sandi bawaan perangkat seperti yang disertakan pada router Wi-Fi Anda atau perangkat keamanan rumah.

Program pengelola kata sandi dapat membantu kita membuat dan mengingat kata sandi yang kompleks, serta aman.

3. Aktifkan sistem otentikasi yang melibatkan banyak pihak

Seringkali, untuk masuk ke suatu situs, pengguna diminta untuk tidak hanya menggunakan kata sandi yang kuat, tapi juga mengetik kode terpisah yang diterima dari aplikasi berbeda, SMS, atau email.

Ini adalah langkah ekstra yang juga masih belum sempurna, namun sistem otentikasi yang dilakukan beberapa tahap ini mempersulit peretas untuk masuk ke akun kita.

Bila memungkinkan, aktifkan sistem otentikasi ini terutama untuk masuk ke rekening bank dan akses kartu kredit. Dapat dipertimbangkan pula penggunaan kunci digital fisik yang dapat terhubung dengan komputer kita atau ponsel sebagai perlindungan yang tingkatnya lebih tinggi.

4. Enkripsi dan buat cadangan data penting

Bila memungkinkan, enkripsi data yang disimpan di ponsel pintar dan komputer. Jika seorang peretas menyalin file yang dienkripsi, maka dia hanya akan melihat kombinasi huruf-huruf tidak bermakna, alih-alih, misalnya, daftar alamat dan catatan keuangan kita.

Ini dapat dilakukan dengan menginstal perangkat lunak atau mengubah pengaturan sistem. Beberapa produsen melakukan ini secara otomatis untuk membantu meningkatkan keamanan.

Untuk data yang penting, seperti informasi medis, atau data tak tergantikan, seperti foto keluarga, penting untuk menyimpan salinannya. Cadangan ini idealnya juga harus digandakan: satu disimpan secara lokal di perangkat keras eksternal yang hanya terhubung secara berkala ke komputer utama, dan satu lagi secara remote, seperti di sistem penyimpanan cloud.

5. Hati-hati ketika menggunakan Wi-Fi publik

Saat menggunakan Wi-Fi publik, siapa pun yang terhubung ke jaringan yang sama dapat “melihat” apa yang dikirim dan diterima komputer kita di internet. Kita dapat menggunakan browser gratis seperti Tor, yang awalnya dikembangkan untuk menyediakan komunikasi yang aman untuk Angkatan Laut AS, untuk mengenkripsi lalu lintas kita dan menyamarkan apa yang kita lakukan online.

Kita juga dapat menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) untuk mengenkripsi semua lalu lintas internet di browse–termasuk file seperti musik Spotify atau video di aplikasi Netflix–untuk mempersulit peretas, atau bahkan pengguna biasa, untuk memata-matai. Ada berbagai pilihan VPN yang gratis dan berbayar.

Singkatnya: hati-hati, proaktif, dan cari tahu terus

Tentu saja ada lebih banyak cara yang dapat dilakukan seseorang atau organisasi untuk melindungi data pribadi. Mesin pencari seperti DuckDuckGo tidak melacak pengguna atau pencarian mereka. Perangkat lunak Firewall yang ada pada Windows dan Mac OS dapat membantu menghentikan virus yang masuk ke dalam sistem.

Ada banyak tempat untuk belajar lebih banyak tentang keamanan dunia maya, termasuk beberapa podcasts yang sangat bagus

Tidak ada orang, organisasi, atau komputer yang aman 100%. Peretas yang sabar, punya uang, dan punya keterampilan bisa masuk bahkan ke sistem yang paling aman.

Akan tetapi dengan mengambil langkah-langkah ini, kita dapat memperkecil kemungkinan menjadi korban, dan dalam prosesnya membantu meningkatkan tingkat keamanan dunia maya di komunitas kita, sehingga semua orang lebih aman baik di dunia online maupun offline.

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di The Conversation Indonesia.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:04 WIB

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Diproyeksi Tembus Rp111 Triliun pada 2026

Kerugian Serangan Siber di Indonesia Diproyeksi Tembus Rp111 Triliun pada 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:37 WIB

Modus Baru Kejahatan Siber Internasional: Tak Lagi Retas Sistem, tapi Manipulasi Korban

Modus Baru Kejahatan Siber Internasional: Tak Lagi Retas Sistem, tapi Manipulasi Korban

News | Minggu, 06 September 2026 | 16:24 WIB

Bareskrim Sita Rp51,99 Miliar dari Jaringan Judi Online

Bareskrim Sita Rp51,99 Miliar dari Jaringan Judi Online

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 19:30 WIB

BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:09 WIB

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:49 WIB

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

Sindikat Scam Myanmar Jerat Ribuan WNI, Modus Kerja Ilegal Lewat Thailand

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:27 WIB

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam

ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, AI Lokal yang Pangkas Penetration Testing Jadi Hitungan Jam

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 12:16 WIB

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:05 WIB

Tak Cuma soal Teknologi, Kesadaran Pengguna Juga Jadi Kunci Keamanan Aset Kripto

Tak Cuma soal Teknologi, Kesadaran Pengguna Juga Jadi Kunci Keamanan Aset Kripto

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×