Menristek Buka Semua Opsi Pendanaan untuk Bangun Bandar Antariksa di Biak

Liberty Jemadu
Menristek Buka Semua Opsi Pendanaan untuk Bangun Bandar Antariksa di Biak
Salah satu sudut indah pantai di Pulau Biak (Foto: Antara/Indriani)

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan pembangunan bandar antariksa membutuhkan biaya yang besar sehingga perlu ada kerja sama dengan mitra internasional/

Suara.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah membuka semua opsi pendanaan untuk pembangunan bandar antariksa di Biak, Papua, termasuk melalui skema kemitraan dengan pihak ketiga.

"Pokoknya kita membuka semua opsi untuk pengembangan bandar antariksa, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga," katanya usai menghadiri peluncuran buku Leaders of a New Planet di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Sebelumnya diberitakan bahwa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berencana membangun sebuah bandar antariksa sebagai tempat peluncuran roket pertama Indonesia di Biak. Rencananya fasilitas itu rampung pada 2024.

LAPAN mengatakan dalam membangun bandar antariksa itu pihaknya akan berusaha menggandeng semua pihak, termasuk swasta dan pemerintah negara lain.

Menristek sendiri mengatakan bandar antariksa skala kecil yang rencananya akan dibangun lebih dulu di Biak, sebelum membangun bandar antariksa yang besar bisa diupayakan.

"Bandar antariksa skala kecil untuk LAPAN bisa diupayakan karena yang sekarang ini yang di Garut terlalu padat, sudah terlalu dekat dengan penduduk, kita perlu lahan yang lebih jauh dari penduduk. Di Biak itu menurut saya sudah cukup ideal dan kita akan bisa dorong karena tetap bandar antariksa diperlukan, tapi ke depannya tentu kita akan berpikir badan antariksa yang juga lebih besar," kata Bambang.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan pembangunan bandar antariksa membutuhkan biaya yang besar sehingga perlu ada kerja sama dengan mitra internasional, yang mana saat ini masih dalam tahap penjajakan.

Thomas mengatakan bahwa saat ini belum ada perencanaan penganggaran yang dialokasikan pemerintah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia juga mengatakan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan bandar antariksa di Pulau Biak juga belum dihitung. [Antara]

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS