Gunakan AI, Ilmuwan Temukan Geoglyph Baru di Nazca Lines

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
Gunakan AI, Ilmuwan Temukan Geoglyph Baru di Nazca Lines
Ilustrasi gambar purba misterius yang dinamai Garis-garis Nazca di Peru. [Shutterstock]

Nazca Lines berisi geoglyph atau motif tertentu peninggalan manusia zaman old. Kini ada identifikasi baru.

Suara.com - Nazca Lines yang berlokasi di Peru adalah salah satu misteri terbesar di dunia. Sekitar 2.000 tahun lalu, suku kuno di Peru selatan menciptakan gambar besar di tanah, yang sekarang dikenal sebagai Nazca Lines atau Garis-garis Nazca.

Nazca Lines terdiri dari 800 garis lurus, 300 garis geometris dengan aneka bentuk seperti orang atau wajah, dan 70 garis yang menggambarkan hewan dan tumbuhan. Gambar ini dikenal sebagai geoglyph, yakni suatu motif tertentu peninggalan manusia zaman dulu di suatu lanskap alam seperti tebing, gua, atau gurun.

Bentukan garis-garis baru di Nazca Lines [The Verge].
Bentukan garis-garis baru di Nazca Lines [The Verge].

Terbaru, para ilmuwan di Jepang berhasil mengidentifikasi sosok baru di antara motif kuno itu dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sosok baru ini memiliki tinggi 5 m dan menunjukkan sosok humanoid yang memegang tongkat.

"Itu area yang sering kami selidiki, akan tetapi kami tidak tahu geoglyph itu ada di sana. Ini pencapaian besar," ucap Profesor Makoto Sakai, pemimpin tim penelitian dari Universitas Yamagata.

Geoglyph ini ditemukan oleh para ilmuwan saat mengerjakan penelitian besar. Dengan menggunakan kombinasi survei lapangan dan citra udara, para ilmuwan secara manual mengidentifikasi 142 desain baru.

Mereka juga bekerja sama dengan peneliti dari IBM Jepang pengguna pembelajaran mesin untuk memindai data dari desain yang terlewatkan dalam penelitian sebelumnya, sehingga membuat jumlahnya menjadi 143.

Algoritma pada AI dilatih untuk mencari informasi tertentu seperti pola dan anomali. Akihisa Sakurai, seorang peneliti dari IBM Jepang mengatakan bahwa menemukan geoglyph baru adalah tugas yang sulit.

Pasalnya, kurang dari 100 geoglyph diidentifikasi dan masing-masing memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi sehingga sulit mengajarkan algoritma apa yang harus dicari.

"Kami membangun teknik khusus dalam kerangka AI untuk belajar dan membedakan antara berbagai pola dan ukuran geoglyph ini," jelas Akihisa Sakurai, seperti yang dikutip dari The Verge.

Penggunaan AI dalam penelitian ini lebih merupakan pengujian. Selanjutnya, para ilmuwan tadi mengumpulkan citra dari udara dan data untuk membuat gambar Nazca Lines yang baru dan komprehensif.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS