alexametrics

Kominfo Temukan 54 Hoaks Virus Corona di Indonesia

Liberty Jemadu | Tivan Rahmat
Kominfo Temukan 54 Hoaks Virus Corona di Indonesia
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate, berbicara soal hoaks virus Corona di Jakarta, Senin (3/2/2020). [Antara/Natisha Andarningtyas]

Hoaks tentang virus Corona sudah beredar di Indonesia sejak Mei 2019.

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Senin (3/2/2020) mengumumkan telah menemukan 54 hoaks terkait virus Corona di Indonesia, ketika kasus infeksi virus mematikan itu sendiri sampai saat ini belum ditemukan di Tanah Air.

Menteri Kominfo, Johnny Plate, mengatakan berdasarkan pantuan mesin pendeteksi hoaks pemerintah, hingga 3 Februari sudah ada 54 hoaks terkait virus Corona di jagat maya Indonesia.

"Salah satu hoaks pertama diketahui pada 29 Mei 2019, yang menyebut, kurma harus dicuci bersih karena mengandung virus corona yang berasal dari kelelawar," kata Plate di Jakarta.

Selain itu juga ditemukan hoaks tentang adanya pasien virus Corona di Indonesia hingga upaya diam-diam pemerintah China yang mengkremasi korban virus mematikan tersebut.

Baca Juga: Daftar 54 Hoaks soal Virus Corona: Jokowi Minta Minum Bodrex sampai Xiaomi

Menkominfo juga menuturkan, percakapan dan hoaks seputar virus Corona cenderung meningkat dalam beberapa hari terakhir. Maka dari itu, Plate mengajak masyarakat untuk menganalisisi dan menyaring pesan yang diterima, sebelum membagikannya kepada orang lain.

"Jadi, kami akan mengkategorikan (informasi) yang mana hoaks dan disinformasi. Kami juga tidak segan untuk melakukan pemblokiran terhadap konten hoaks atau disinformasi ini," sambung Menkominfo.

Pada kesempatan yang sama, Plate juga mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah mengambil beberapa kebijakan terkait penanganan virus korona ini, termasuk memulangkan 285 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, yang merupakan asal wabah virus berbahaya ini.

"Langkah-langkah sudah dilakukan secara terkoordinasi oleh pemerintah. Kami juga memonitor dan berkoordinasi apabila memang ada informasi yang perlu disampaikan ke masyarakat, sehingga informasinya baik dan benar," tutup Plate.

Baca Juga: Kaitkan Bacaan Iqro dengan Virus Corona, Bebi Silvana Minta Maaf

Komentar