Gawat! WHO Jadi Sasaran Hacker

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Gawat! WHO Jadi Sasaran Hacker
ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)

WHO dilaporkan menjadi target serangan hacker elit.

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19, World Health Organization (WHO) justru dilaporkan menjadi target serangan hacker elit pada awal bulan ini.

Ironisnya, serangan tersebut datang saat badan milik PBB tersebut berupaya untuk menangani pandemi virus corona yang telah menyebar ke berbagai negara di dunia.

Informasi ini disampaikan oleu Chief Information Security WHO Flavio Aggio. Ia mengatakan bahwa percobaan peretasan memang tidak berhasil, namun identitas hacker tersebut masih belum diketahui.

Parahnya, frekuensi percobaan peretasan terhadap WHO dan mitranya telah melonjak signifikan sejak virus corona mewabah dimana-mana.

Di sisi lain, percobaan untuk meretas sistem WHO pertama kali dilihat oleh Alexander Urbelis, seorang ahli keamanan siber yang melacak aktivitas registrasi domain internet yang mencurigakan.

Pada 13 Maret lalu, Urbelis menemukan sekelompok hacker yang ia ikuti telah mengaktifkan situs yang meniru sistem email internal WHO.

"Saya menyadari dengan cukup cepat bahwa ini merupakan serangan aktif terhadap World Health Organization di tengah pandemi," papar Urbelis seperti dilansir laman Reuters, Rabu (25/3/2020).

Sayangnya, Urbelis tidak mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini. Tapi dua sumber yang mengetahui isu ini mencurigai keterlibatan kelompok hacker elite yang dikenal dengan nama DarkHotel.

Ilustrasi hackers. [Shutterstock]
Ilustrasi hackers. [Shutterstock]

Aggio kemudian memastikan situs yang dilihat Urbelis telah digunakan untuk mencoba mencuri password yang digunakan staf dari beberapa agensi. Ia mengatakan, serangan terhadap WHO memang meningkat beberapa waktu belakangan.

"Tidak ada angka pasti, tapi percobaan serangan terhadap kami dan digunakannya situs yang meniru WHO untuk menargetkan orang lain telah melonjak lebih dari dua kali lipat," imbuh Aggio.

Atas kejadian ini, para ahli keamanan siber telah memperingatkan bahwa hacker akan memanfaatkan pandemi virus corona untuk mencari keuntungan. Menurit estimasi Urbelis, ada ribuan situs terkait virus corona yang menyimpan malware berbahaya.

"Sekitar 2.000 situs per hari. Saya tidak pernah melihat lonjakan besar seperti ini," tandas Urbelis.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS