Sony Buka Suara Soal Penggabungan Bisnis Ponsel dan Kamera

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Sony Buka Suara Soal Penggabungan Bisnis Ponsel dan Kamera
Ilustrasi salah satu outlet smartphone Sony. [Shutterstock]

Sony melakukan restrukturisasi besar-besaran di sejumlah divisi internal perusahaannya.

Suara.com - Sony melakukan restrukturisasi besar-besaran di sejumlah divisi internal perusahaannya. Tak tanggung-tanggung, mereka meleburkan tiga lini bisnis mereka, yaitu bisnis ponsel, kamera, dan home entertainment ke dalam satu divisi usaha.

Per 1 April mendatang, tidak akan ada lagi divisi Sony Mobile Communication, Imaging Products & Solutions, dan Home Entertainment & Sound. Ketiganya secara resmi akan di-merger menjadi satu perusahaan di bawah panji Sony Electronics Corporation.

Setelah ketiga lini bisnis itu dileburkan, bisnis ponsel Sony, kamera, serta produk televisi, dan audio akan berada menjadi satu perusahaan tersendiri, sebagaimana dilansir laman GSM Arena, Selasa (31/3/2020).

Penggabungan bisnis ini diharapkan mampu mengintegrasikan produk-produk yang berbeda itu dengan mengoptimasi struktur internal perusahaan, agar bisa menjadi perusahaan yang lebih kompetitif.

Selain itu, terkait urusan penjualan dan marketing secara global, perakitan produk, logistik, engineering dan lainnya juga akan dikombinasikan. Tujuannya masih sama, yaitu untuk memperkuat struktur bisnis dan meningkatkan keuntungan perusahaan.

Kuat dugaan, Sony mengambil langkah ini karena melihat kesuksesan dari restrukturisasi sebelumnya, yang memisahkan bisnis konsol game dan pengembangan game menjadi Sony Interactive Entertainment. Lini bisnis ini terbilang sukses secara finansial.

Ilustrasi kamera Sony Xperia. [Shutterstock]
Ilustrasi kamera Sony Xperia. [Shutterstock]

Meski ketiga divisi tersebut kini menjadi satu, tetapi Sony masih tetap memisahkan divisi yang menjadi lumbung penghasilan perusahaan, yaitu divisi sensor kamera, dan divisi peralatan profesional, seperti kamera untuk studio, dan peralatan penyiaran.

Divisi tersebut tidak terkena imbas dari restrukturisasi tersebut karena dinilai masih sanggup memenuhi ekspektasi perusahaan dan mendulang 'cuan' yang cukup banyak.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS