Ilmuwan Oxford: Tidak Ada Jaminan Vaksin Covid-19 Akan Jadi Penyembuh?

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Senin, 20 April 2020 | 10:49 WIB
Ilmuwan Oxford: Tidak Ada Jaminan Vaksin Covid-19 Akan Jadi Penyembuh?
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Para ahli memperingatkan bahwa tidak ada jaminan bahwa ilmuwan akan dapat menemukan vaksin Covid-19 yang bisa menyembuhkan penyakit menular ini.

Profesor Sarah Gilbert dari University of Oxford yang memimpin tim pengembangan vaksin Covid-19 mengakui bahwa tidak ada ilmuwan yang meyakini bahwa vaksin yang mereka buat ampuh melawan virus corona

"Itulah sebabnya kita harus melakukan uji coba untuk mengetahuinya. Prospeknya (vaksin Covid-19) sangat bagus, tetapi jelas (hasilnya) tidak sepenuhnya pasti," kata profesor di bidang vaksinasi tersebut kepada BBC, seperti dilansir laman Independent, Senin (20/4/2020).

Saat ini, Gilbert beserta tim yang dipimpinnya sedang menunggu tes keselamatan akhir dan persetujuan akhir untuk uji klinis guna memulai menggunakan vaksin Covid-19 kepada manusia.

Di saat bersamaan, Gilbert juga menerangkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan izin untuk merekrut sukarelawan, melakukan tes darah, menjelaskan prosesnya dan memeriksa status kesehatan mereka dalam uji coba vaksin Covid-19.

"Ketika kita memiliki semua persetujuan untuk mlakukan vaksinasi, kita harus memiliki kumpulan sukarelawan agar kita bisa bergerak cepat menguji vaksin ini," imbuhnya.

Meski begitu, Gilbert mengaku kesulitan untuk memastikan kapan vaksin Covid-19 siap untuk digunakan secara massal, karena ada banyak tahap kompleks dalam pengembangan vaksin.

Gilbert menjelaskan, proses uji coba vaksin akan dimulai dengan mengimunisasi anak sehat berusia 18 hingga 55 tahun, sebelum pindah ke kelompok usia yang lebih tua, dengan memperhatikan keamanan dan respons imun terhadap vaksin.

"Itu penting karena itu adalah populasi yang lebih tua yang kita benar-benar perlu lindungi dengan vaksin," jelasnya.

baca juga

“Tetapi dengan vaksin pada umumnya, Anda mendapatkan respons imun yang tidak begitu baik seiring dengan bertambahnya usia sistem kekebalan tubuh, jadi kita perlu mencari tahu dengan vaksin ini seberapa baik kelihatannya pada orang yang lebih tua dibandingkan dengan orang yang lebih muda, hanya dengan mengukur respons kekebalan tubuh terhadap vaksinasi."

Ilustrasi ilmuwan. [Pixabay/felixioncool]
Ilustrasi ilmuwan. [Pixabay/felixioncool]

Nantinya, setengah dari semua sukarelawan uji coba ini akan menerima vaksin virus corona terbaru dan setengah lainnya akan mendapatkan vaksin berlisensi untuk melindungi terhadap meningitis. Namun, pemberian jenis vaksin ini diberikan secara acak, sehingga relawan tidak akan tahu apa yang diberikan kepada mereka.

“Seiring waktu, ketika orang menjadi terinfeksi, atau memiliki gejala virus corona, mereka akan datang kepada kami untuk dites, dan kami akan mengatur agar mereka dites dengan sangat cepat; dan ketika cukup banyak orang menjadi positif untuk coronavirus, para ahli statistik akan melihat pada kelompok mana orang-orang itu berada untuk mencari tahu, apakah mereka dalam kelompok yang memiliki vaksin coronavirus atau apakah mereka semua dalam kelompok yang memiliki vaksin meningitis?," lanjutnya.

"Jelas kami berharap infeksi hanya terjadi pada kelompok vaksin meningitis. Dan jika itu masalahnya, kami kemudian dapat mengatakan bahwa vaksin ini berfungsi, setidaknya dalam rentang usia yang telah kami vaksinasi," sebut Gilbert.

Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Pada awal bulan ini, Gilbert juga sempat mengatakan bahwa tidak ada yang bisa membuat jaminan keberhasilan atas vaksin yang mereka buat.

Pendapat Gilbert juga didukung oleh seorang utusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengurusi virus corona yang memperingatkan tidak ada kepastian apakah akan ada vaksin Covid-19 yang benar-benar bisa memusnahkan virus tersebut.

"Anda tidak perlu mengembangkan vaksin yang aman dan efektif terhadap setiap virus," terang David Nabarro, seorang profesor kesehatan global di Imperial College London.

"Ada beberapa virus yang sangat sulit dilawan dengan pengembangan vaksin. Jadi untuk masa yang akan datang, kita harus menemukan cara untuk menjalani hidup kita dengan virus ini sebagai ancaman konstan," pungkasnya kepada The Observer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Fakta June Almeida, Sang Penemu Virus Corona

6 Fakta June Almeida, Sang Penemu Virus Corona

Tekno | Senin, 20 April 2020 | 08:00 WIB

Ilmuwan Ungkap Kehidupan Satu-satunya Tempat Bebas Virus Corona di Dunia

Ilmuwan Ungkap Kehidupan Satu-satunya Tempat Bebas Virus Corona di Dunia

Tekno | Senin, 20 April 2020 | 07:00 WIB

China Laporkan Kasus Covid-19 Tanpa Gejala, Dokter Jual Obat Corona Palsu

China Laporkan Kasus Covid-19 Tanpa Gejala, Dokter Jual Obat Corona Palsu

Health | Minggu, 19 April 2020 | 20:19 WIB

Vaksin Virus Corona Covid-19 Ditargetkan Selesai Pertengahan Agustus Ini

Vaksin Virus Corona Covid-19 Ditargetkan Selesai Pertengahan Agustus Ini

Health | Minggu, 19 April 2020 | 19:58 WIB

Alhamdulillah, Ilmuwan  Turki Selesaikan Fase 1 Vaksin Covid-19

Alhamdulillah, Ilmuwan Turki Selesaikan Fase 1 Vaksin Covid-19

Video | Minggu, 19 April 2020 | 07:55 WIB

Planet Baru Mirip Bumi Akhirnya Ditemukan, Setahun di Sana Setara 19 Hari

Planet Baru Mirip Bumi Akhirnya Ditemukan, Setahun di Sana Setara 19 Hari

News | Minggu, 19 April 2020 | 13:45 WIB

Terkini

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

BRI Luncurkan Program BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang

Bri | Senin, 28 September 2026 | 22:04 WIB

Penipuan Online Makin Kompleks, Pemerintah Siapkan Penanganan Lintas Sektor

Penipuan Online Makin Kompleks, Pemerintah Siapkan Penanganan Lintas Sektor

News | Senin, 28 September 2026 | 22:00 WIB

Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?

Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 21:52 WIB

Hasil Timnas Indonesia vs Malaysia: Tak Ada Gol, Maarten Paes Man of The Match

Hasil Timnas Indonesia vs Malaysia: Tak Ada Gol, Maarten Paes Man of The Match

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:44 WIB

BRI Bagi-bagi Tiket Bioskop Gratis Setiap Hari Kamis

BRI Bagi-bagi Tiket Bioskop Gratis Setiap Hari Kamis

Bri | Senin, 28 September 2026 | 21:26 WIB

Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan

Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 21:21 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Rp223 Juta untuk Korban Kebakaran Kampung Muka

Kemensos Salurkan Bantuan Rp223 Juta untuk Korban Kebakaran Kampung Muka

News | Senin, 28 September 2026 | 21:20 WIB

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Malaysia: Biarkan Muka Pemain Ditendang

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Malaysia: Biarkan Muka Pemain Ditendang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:20 WIB

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Golf dan Staycation Mewah Gratis dari BRI, Nasabah Bisa Langsung Klaim

Bri | Senin, 28 September 2026 | 21:18 WIB

Aktivis HAM Ungkap Ada Belasan Pelanggaran Kemananusiaan Saat Rezim Soeharto

Aktivis HAM Ungkap Ada Belasan Pelanggaran Kemananusiaan Saat Rezim Soeharto

News | Senin, 28 September 2026 | 21:17 WIB

×