Ilmuwan Peringatkan Manusia jika Tidak Ingin Alami Pandemi Lebih Buruk

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 29 April 2020 | 12:30 WIB
Ilmuwan Peringatkan Manusia jika Tidak Ingin Alami Pandemi Lebih Buruk
Ilustrasi Virus Corona. [Pixabay/Mohamed Hassan]

Suara.com - Pandemi virus Corona (Covid-19) kemungkinan akan diikuti oleh wabah penyakit yang lebih mematikan, jika akar penyebabnya tidak dihentikan dengan cepat.

"Ada satu spesies yang bertanggung jawab atas pandemi Covid-19, yaitu kita," ucap para pakar keanekaragaman hayati.

Menurut ilmuwan, pandemi yang berlangsung saat ini merupakan konsekuensi langsung dari aktivitas manusia.

Profesor Josef Settele, Sandra Díaz, dan Eduardo Brondizio, pernah melakukan pemeriksaan kesehatan Bumi dan menerbitkan makalah pada 2019 oleh Platform Kebijakan-Kebijakan Antarpemerintah tentang Layanan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem (IPBES). Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa manusia dalam bahaya dari percepatan penurunan sistem pendukung kehidupan alami Bumi.

"Penggundulan hutan yang merajalela, ekspansi pertanian yang tidak terkendali, pertanian intensif, pertambangan dan pengembangan infrastruktur, serta eksploitasi spesies liar telah menciptakan 'badai sempurna' untuk berbagai penyakit," ucap Dr Peter Daszak, yang sedang mempersiapkan penilaian IPBES berikutnya.

Kegiatan tersebut menyebabkan lebih banyak orang memiliki kontak dengan hewan dan 70 persen penyakit manusia berasal dari aktivitas manusia dengan hewan.

"Pandemi di masa depan kemungkinan akan terjadi lebih sering, menyebar lebih cepat, memiliki dampak ekonomi yang lebih besar dan membunuh lebih banyak orang jika kita tidak terlalu berhati-hati tentang kemungkinan dampak dari pilihan yang kita buat hari ini," jelas para ilmuwan, seperti dikutip laman The Guardian, Rabu (29/4/2020).

Para ilmuwan menambahkan bahwa pemulihan ekonomi bernilai miliaran dolar yang diluncurkan oleh pemerintah harus digunakan untuk memperkuat dan menegakkan perlindungan lingkungan.

Pendekatan global "One Health" juga harus diperluas. Kesehatan manusia terkait erat dengan kesehatan satwa liar, kesehatan ternak, dan kesehatan lingkungan. Semuanya menjadi "satu kesehatan".

baca juga

Selain itu, program pengawasan dan layanan kesehatan perlu didanai dengan baik di negara-negara yang memiliki risiko terserang pandemi.

Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Kepala lingkungan PBB, Inger Andersen, mengatakan kepada Guardian pada Maret lalu bahwa "alam mengirimi manusia pesan" dengan pandemi virus Corona dan krisis alam yang sedang berlangsung.

"Tidak merawat planet berarti tidak merawat diri kita sendiri," kata Andersen.

Prof Thomas Lovejoy dari United Nations Foundation dan Universitas George Mason di Amerika Serikat mengatakan bahwa pandemi ini adalah konsekuensi dari manusia yang terus-menerus dan berlebihan dalam mengeksploitasi alam serta perdagangan satwa liar ilegal.

Para ahli menyebut pemerintah harus mengambil kesempatan untuk membangun kembali sistem dengan lebih baik setelah pandemi dan memilih tindakan melindungi alam, sehingga alam dapat melindungi manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hubungan Perubahan Iklim, Kesehatan & Pengaruhnya Terhadap Pandemi Covid-19

Hubungan Perubahan Iklim, Kesehatan & Pengaruhnya Terhadap Pandemi Covid-19

Health | Selasa, 28 April 2020 | 14:11 WIB

Pandemi Corona, Robot Ini Bantu Warga Belanja Makanan

Pandemi Corona, Robot Ini Bantu Warga Belanja Makanan

Tekno | Selasa, 28 April 2020 | 13:30 WIB

Beredar Kabar Ilmuwan Meninggal Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Benarkah?

Beredar Kabar Ilmuwan Meninggal Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Benarkah?

Health | Selasa, 28 April 2020 | 12:23 WIB

Jadi Sukarelawan Vaksin Covid-19, Ilmuwan: Saya Percaya Pada Vaksin Ini

Jadi Sukarelawan Vaksin Covid-19, Ilmuwan: Saya Percaya Pada Vaksin Ini

Health | Senin, 27 April 2020 | 18:50 WIB

Prediksi Gelombang Kedua Virus Corona, Ilmuwan Sebut Bakal Lebih Berbahaya

Prediksi Gelombang Kedua Virus Corona, Ilmuwan Sebut Bakal Lebih Berbahaya

Health | Senin, 27 April 2020 | 13:01 WIB

Pandemi Covid-19, Warga India Terancam Kelaparan

Pandemi Covid-19, Warga India Terancam Kelaparan

Video | Senin, 27 April 2020 | 06:55 WIB

Terkini

Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah

Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

Pria di Jember Ngaku Bertemu Allah dan Nabi Muhammad, Polisi Dalami dan Koordinasi dengan MUI

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Bukan Sekadar Belajar, Siswa SMA Ini Ubah Masalah Lingkungan Jadi Ide Inovatif

Bukan Sekadar Belajar, Siswa SMA Ini Ubah Masalah Lingkungan Jadi Ide Inovatif

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik

Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:50 WIB

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:30 WIB

×