WHO Peringatkan, Negara dengan Kasus Menurun Waspada Puncak Kedua Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 28 Mei 2020 | 08:29 WIB
WHO Peringatkan, Negara dengan Kasus Menurun Waspada Puncak Kedua Covid-19
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa negara-negara yang saat ini kasus infeksi virus Corona (Covid-19) menurun, masih dapat menghadapi "puncak kedua" jika pemerintah terlalu cepat mengambil tindakan untuk menghentikan wabah.

Dr Mike Ryan, Kepala Kedaruratan WHO, mengatakan bahwa dunia masih berada di tengah-tengah gelombang pertama penyebaran virus Corona dan mencatat bahwa meskipun kasus infeksi menurun di banyak negara, itu masih terus meningkat di Amerika Tengah dan Selatan, Asia Selatan, dan Afrika.

Ryan menjelaskan epidemi sering datang dalam gelombang, yang berarti bahwa wabah bisa kembali akhir tahun ini di wilayah-wilayah, di mana gelombang pertama telah mereda. Selain itu, ada kemungkinan bahwa tingkat infeksi dapat naik lagi lebih cepat jika langkah-langkah untuk menghentikan gelombang pertama, seperti lockdown, dihentikan terlalu cepat.

"Kita juga harus menyadari fakta bahwa penyakit ini dapat melonjak kapan saja. Kita tidak dapat membuat asumsi bahwa hanya karena penyakit sedang menurun, ini akan terus menurun. Kita memiliki beberapa bulan untuk bersiap-siap untuk gelombang kedua. Kita mungkin mendapatkan puncak kedua dalam gelombang ini," ucap Ryan, seperti dikutip laman Straitnews, Kamis (28/5/2020).

Para pemimpin dunia sepakat untuk bekerjasama mencari vaksin virus corona
Para pemimpin dunia sepakat untuk bekerjasama mencari vaksin virus corona

Ryan mengatakan, negara-negara di Eropa dan Amerika Utara harus terus menempatkan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial, langkah-langkah pengawasan, langkah-langkah pengujian, dan strategi yang komprehensif untuk memastikan bahwa mereka mempertahankan kurva kasus yang menurun dan tidak mendapatkan puncak kedua.

Banyak negara Eropa dan negara-negara bagian Amerika Serikat telah menghentikan lockdown dalam beberapa pekan terakhir karena menyebabkan kerusakan parah pada ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Sebut Amerika Serikat Bisa Jadi Episentrum Baru Virus Corona Covid-19

WHO Sebut Amerika Serikat Bisa Jadi Episentrum Baru Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 21:30 WIB

WHO: Dunia Masih di Tengah Gelombang Pertama Wabah Virus Corona!

WHO: Dunia Masih di Tengah Gelombang Pertama Wabah Virus Corona!

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 19:30 WIB

WHO: Amerika Episentrum Baru Pandemi COVID-19

WHO: Amerika Episentrum Baru Pandemi COVID-19

News | Rabu, 27 Mei 2020 | 14:19 WIB

WHO Sebut Amerika Selatan Jadi Pusat Baru Covid-19

WHO Sebut Amerika Selatan Jadi Pusat Baru Covid-19

News | Sabtu, 23 Mei 2020 | 18:14 WIB

WHO: Wabah Virus Corona Masih Jauh dari Kata Berakhir

WHO: Wabah Virus Corona Masih Jauh dari Kata Berakhir

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 22:21 WIB

Rusia Kecam Sikap Amerika Serikat Terhadap WHO

Rusia Kecam Sikap Amerika Serikat Terhadap WHO

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 10:41 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×