Tumpahan Minyak di Rusia Berisiko Cemarkan Samudera Arktika

BBC

BBC

Rabu, 10 Juni 2020 | 09:32 WIB
Tumpahan Minyak di Rusia Berisiko Cemarkan Samudera Arktika
[BBC]

Suara.com - Tumpahan minyak solar di wilayah utara Arktika Rusia telah mencemari Danau Pyasino dan berisiko menyebar ke Samudera Arktika, kata seorang pejabat senior Rusia.

Tim gawat darurat mencoba untuk membendung tumpahan minyak, yang diketahui telah menyebar sejauh 12 kilometer di utara Norilsk dari tangki yang tenggelam.

Ini merupakan insiden terburuk di era modern di kawasan Arktika Rusia, kata pegiat lingkungan dan pejabat.

Insiden tumpahan minyak ini berawal pada 29 Mei.

Sebanyak 21.000 ton minyak ini mencemari sungai Ambarnaya dan lapisan tanah di sekitarnya.

Sebelumnya, para penyelidik meyakini tenggelamnya tangki minyak di dekat Norilsk disebabkan mencairnya lapisan es, yang membuat perangkat pendukung tangki melemah.

Kawasan Arktika mengalami peningkatan suhu udara yang tak biasa, kemungkinan sebagai gejala dari pemanasan global.

Pembangkit listrik, tempat tangki minyak tenggelam dioperasikan oleh anak perusahaan Norilsk Nickel, produsen nikel dan logam mulia jenis paladium terkemuka dunia.

Danau Pyasino merupakan cekungan dari Sungai Pyasina, yang selanjutnya mengalir ke Laut Kara, bagian Samudera Arktika. Pada periode Oktober - Juni, sungai ini biasanya membeku.

baca juga

"Tumpahan minyak telah masuk ke Danau Pyasino," kata Gubernur wilayah Krasnoyarsk, Alexander Uss.

"Ini merupakan danau yang indah dengan panjang 70 kilometer. Secara alami, menjadi tempat hidup yang baik untuk ikan dan biosfer," katanya seperti dilaporkan kantor berita Interfax.

"Saat ini sangat penting untuk mencegah (tumpahan minyak) masuk ke Sungai Pyasina, yang akan mengalir ke utara. Ini harusnya bisa dilakukan."

Tim pembersih telah mengangkut sebanyak 23.000 meter kubik tumpahan minyak, seperti dilaporkan kantor berita Rusia, RIA Novosti.

Pencemaran "akan memiliki dampak negatif terhadap air sebagai sumber kehidupan, pada hewan yang mungkin meminum air ini, terhadap tumbuhan yang tumbuh di tepian sungai," kata aktivis Greenpeace Rusia, Vasily Yablokov.

Greenpeace menyandingkan peristiwa ini dengan petaka Exxon Valdez di Alaska pada 1989.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Elon Musk Ingin Ledakkan Bom Nuklir di Planet Mars, Rusia Mengecam

Elon Musk Ingin Ledakkan Bom Nuklir di Planet Mars, Rusia Mengecam

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:00 WIB

Virus Corona di Rusia, Kasus Baru dan Pasien Sembuh Saling Menyusul

Virus Corona di Rusia, Kasus Baru dan Pasien Sembuh Saling Menyusul

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 19:37 WIB

Black April: Pasar Mobil Rusia Rontok, Tembus 70 Persen

Black April: Pasar Mobil Rusia Rontok, Tembus 70 Persen

Otomotif | Rabu, 13 Mei 2020 | 11:55 WIB

Terkini

Kapan Marselino Ferdinan Debut Bersama Persija Jakarta? Shin Tae-yong Beri Sinyal

Kapan Marselino Ferdinan Debut Bersama Persija Jakarta? Shin Tae-yong Beri Sinyal

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Cara Memilih Earphone Kabel yang Bagus, Cek 4 Hal Ini Sebelum Membeli

Cara Memilih Earphone Kabel yang Bagus, Cek 4 Hal Ini Sebelum Membeli

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Pendiri Metland Nanda Widya Sabet Penghargaan Filantropi Dunia

Pendiri Metland Nanda Widya Sabet Penghargaan Filantropi Dunia

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:35 WIB

Kulit Sawo Matang dan Berminyak? Ini 3 Rekomendasi Bedak Wardah dan Shade yang Pas

Kulit Sawo Matang dan Berminyak? Ini 3 Rekomendasi Bedak Wardah dan Shade yang Pas

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Usia 20-an Bukan Batasan: Kita Boleh Melangkah Lebih Pelan saat Dunia Sibuk Berlari

Usia 20-an Bukan Batasan: Kita Boleh Melangkah Lebih Pelan saat Dunia Sibuk Berlari

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Penderita ISPA di Kuansing Meningkat Drastis Imbas Pekatnya Kabut Asap Karhutla

Penderita ISPA di Kuansing Meningkat Drastis Imbas Pekatnya Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:29 WIB

×