alexametrics

Baru 5 Persen Penduduk Indonesia Unduh Aplikasi PeduliLindungi

Liberty Jemadu
Baru 5 Persen Penduduk Indonesia Unduh Aplikasi PeduliLindungi
Menkominfo Johnny G.Plate dalam ajang The NextDev 2019 di Jakarta. [Telkomsel]

Sejak diluncurkan Maret hingga 7 Juni kemarin, aplikasi PeduliLindungi telah diunduh 3.879.588 orang.

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa baru sekitar 5 persen penduduk Indonesia mengunduh aplikasi PeduliLindungi yang bermanfaat untuk melacak kontak pasien Covid-19.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo Ahmad M. Ramli, dalam webinar yang disiarkan lewat saluran Youtube Kominfo, Rabu (10/6/2020) mengatakan bahwa sejak diluncurkan Maret hingga 7 Juni kemarin, aplikasi PeduliLindungi telah diunduh 3.879.588 orang.

"Adopsi di Indonesia 5 persen. Kita akan tingkatkan terus dari yang ada agar orang makin banyak yang menggunakan. Bisa download di App Store untuk iPhone dan Play Store untuk Android," ujar Ramli.

"Kita punya skor baik 4.4 dibanding dengan punya negara yang lain, yang paling tinggi 4,6 dari rating yang ada," dia menambahkan.

Baca Juga: Sertifikat Elektronik Rapid Test Akan Tersedia di Aplikasi PeduliLindungi

Fitur-fitur yang telah ada di aplikasi PeduliLindungi antara lain contact tracking 14 hari ke belakang menggunakan teknologi Bluetooth, tracking closed-contact user menggunakan GPS, fencing untuk mendukung isolasi mandiri user menggunakan GPS dan QR Code untuk WNI pelintas batas negara di 7 gate dan ditetapkan sebagai ODP.

Ada pula fitur notifikasi zona terdampak dan informasi lokasi sekitar (kelurahan, rumah sakit dan apotek), histori perjalanan/lokasi user menggunakan GPS, serta teledokter, layanan periksa kesehatan mandiri dengan Prixia dan BPPT, dan konsultasi dokter online dengan Halodoc dan Prosehat.

Ke depannya, aplikasi PeduliLindungi juga akan diperkaya dengan fitur baru termasuk fitur untuk mengakses sertifikat elektronik bagi mereka yang sudah menjalani rapid-test dan tes swab Covid-19. [Antara]

Komentar