- Jerinx SID pada 3 Februari 2026 menyatakan perjuangannya tentang isu kesehatan global mulai terbukti setelah dokumen "Epstein Files" muncul.
- Dokumen tersebut mengungkap adanya proposal simulasi pandemi tahun 2017 dari Jeffrey Epstein kepada Bill Gates, memicu klaim Jerinx.
- Jerinx menyinggung kasus kriminalisasi dirinya dan tokoh lain yang memiliki pandangan serupa mengenai konspirasi pandemi.
Suara.com - Jerinx SID kembali menyedot perhatian publik melalui unggahan di akun Instagram-nya pada Selasa, 3 Februari 2026.
Pemilik nama asli I Gede Ari Astina yang dikenal vokal terhadap isu kesehatan global ini merasa perjuangannya selama masa pandemi Covid-19 mulai membuahkan hasil berupa pengakuan sejarah.
Pemicunya adalah mencuatnya dokumen "Epstein Files" yang menyeret nama pendiri Microsoft, Bill Gates.
Dokumen tersebut mengungkap adanya proposal email tahun 2017 terkait "simulasi pandemi" yang dikirimkan kepada pihak Gates oleh Jeffrey Epstein, terpidana kasus perdagangan seks yang tewas di penjara.
Dalam postingan dengan latar merah yang mencolok, Jerinx mengingatkan publik bahwa dirinya sudah membicarakan hubungan antara Covid-19 dengan jaringan Epstein sejak awal wabah meledak.
Namun, saat itu suaranya hanya dianggap angin lalu dan bahan tertawaan.
"Di awal plandemix saya menulis essay terkait korelasi kropid19 dengan Epstein files, diketawain. Bikin video tentang teknologi penciptaan wabah, dijadikan bahan lawakan," tulis penggebuk drum Superman Is Dead tersebut.
Bagi Jerinx, rilis dokumen terbaru ini adalah bukti bahwa narasi "Plandemic" atau pandemi yang direncanakan memiliki landasan kuat.
Suami model seksi Nora Alexandra itu menyebut momen ini sebagai titik balik di mana "kebenaran makin menyala."
Baca Juga: Dicibir Saat Upacara Ngaben Ayah Jerinx, Nora Alexandra Tegaskan: Saya Terlahir Muslim
Tak hanya bicara soal data, lelaki 48 tahun ini juga menyinggung nasib tokoh-tokoh yang sepemikiran dengannya.
Dia secara terang-terangan menyebut kematian beberapa figur publik sebagai tindakan yang tidak wajar.
"Lois dan Rangga dibunuh. Karakter Dharma dihancurkan. Ibu Siti dan saya dipenjara," tulisnya.

Kutipan ini merujuk pada dr Lois Owien dan Rangga Sasana alias Lord Rangga yang meninggal dunia, serta mantan Menkes Siti Fadilah Supari yang pernah tersandung kasus hukum.
Jerinx juga melempar sindiran tajam kepada para selebriti dan komika yang dulu menyerangnya.
Dia mempertanyakan kapan mereka akan mendapatkan "karma" karena dianggap menutup mata terhadap campur tangan entitas asing di Indonesia.
"Minimal otaknya kebuka dikit untuk menerima fakta bahwa bangsa ini masih dijajah oleh entitas asing," ucapnya.
Komentar pedas Jerinx ini tidak lepas dari sejarah panjang perseteruannya dengan kebijakan pandemi.
Pada tahun 2020, Jerinx sempat divonis 10 bulan penjara karena menyebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai "Kacung WHO".
Protes itu dia layangkan karena keberatan terhadap syarat rapid test bagi ibu hamil yang hendak melahirkan.
Istrinya, Nora Alexandra, turut memberikan pembelaan dalam unggahan tersebut.
Nora mengenang masa-masa sulit saat sang suami dihina dan disebut berhalusinasi.
"Tetap bangga di barisan berbeda dengan jalannya domba yang berkelompok, tetap waras di era was-was yang berujung WASPADA," tulis Nora yang diunggah ulang Jerinx.
Meski menyerang banyak pihak, Jerinx SID menyelipkan pesan khusus kepada komika Ernest Prakasa.
Dia mengapresiasi sikap Ernest yang tetap membela Nora Alexandra secara kemanusiaan saat Jerinx sedang mendekam di penjara, meskipun keduanya memiliki perbedaan pandangan yang tajam mengenai pandemi.
"Terima kasih @ernestprakasa yang meskipun beda world-view dengan saya terkait plandemix, sudah speak up membela istri saya yang dibully media saat saya dipenjara," tulisnya di bagian akhir caption.
Unggahan ini kini menjadi perbincangan hangat di media sosial, memicu kembali perdebatan antara pendukung teori konspirasi dan mereka yang tetap berpegang pada otoritas kesehatan resmi.