Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?

Rabu, 07 Januari 2026 | 12:23 WIB
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
Ilustrasi anak terkena superflu (Freepik)
Baca 10 detik
  • Superflu adalah varian baru virus Influenza A H3N2 subclade K.

  • Gejala utama Superflu meliputi demam sangat tinggi hingga 41 derajat Celsius.

  • Pemerintah menegaskan Superflu tidak lebih mematikan dibandingkan virus COVID-19.

Suara.com - Saat ini, Indonesia tengah dihebohkan dengan penyakit Superflu, yang mana istilah ini muncul seiring melonjaknya kasus influenza musiman akibat varian virus Influenza A (H3N2) subclade K di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Meski namanya terdengar sangar, masyarakat diharapan tak panik atau mengira Superflu sama mematikannya dengan Covid-19.

Superflu bukanlah penyakit baru dan istilah ini populer untuk menggambarkan varian baru dari flu musiman (H3N2 subclade K).

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, virus ini mulai terdeteksi di Indonesia pada Agustus 2025.

Hingga akhir tahun lalu, tercatat ada 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi.
Tiga wilayah dengan kasus tertinggi adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Kabar baiknya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Superflu bukanlah virus mematikan seperti COVID-19 atau TBC.

Ilustrasi Flu (freepik)
Ilustrasi Flu (freepik)

Perbedaan Superflu vs COVID-19

Perlu dipahami bahwa Superflu tidak memastikan dan tidak lebih berbahaya dari Covid-19.

Sebab, keduanya dipicu oleh faktor yang berbeda. Superflu disebabkan virus Influenza A (H3N2) subclade K, sedangkan COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Mobil Listrik Murah Januari 2026, Harga di Bawah Rp200 Juta

Superflu memang menular cepat karena ini varian baru dan kekebalan tubuh masyarakat masih rendah.

Namun, secara umum penularannya tidak secepat varian utama COVID-19.

Selain itu, COVID-19 juga butuh waktu lebih lama untuk menunjukkan gejala dan penderitanya bisa menularkan virus dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Sementara, gejala Superflu biasanya muncul lebih cepat setelah terpapar.

Berdasarkan data WHO, Superflu tidak terbukti lebih mematikan dari COVID-19. Bahkan, alat tes dan penanganannya pun berbeda.

Gejala Khas Superflu

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI