Jerman Luncurkan Aplikasi Corona, Terlambat Namun Bermanfaat

Deutsche Welle

Rabu, 17 Juni 2020 | 07:30 WIB
Jerman Luncurkan Aplikasi Corona, Terlambat Namun Bermanfaat
[DW Indonesia].

Suara.com - Pemerintah Jerman, Selasa (16/6) meluncurkan aplikasi corona. Penggunaannya tidak wajib, tapi pemerintah berharap banyak yang secara sukarela mau mengunduh dan menggunakannya.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn hari Selasa (16/6) pagi secara resmi meluncurkan Corona-App yang bisa diunduh dari situs pemerintah atau di pusat-pusat aplikasi seperti Googleplay dan Appstore.

Penggunaan aplikasi berbasis teknologi Bluetooth ini tidak wajib. Tetapi pemerintah berharap banyak warga yang akan menggunakannya.

Aplikasi itu tadinya akan diluncurkan April lalu, namun muncul perdebatan luas tentang keamanan data pribadi pengguna telepon seluler. Terutama karena pemerintah bermaksud menggabungkan data-data yang dikumpulkan di satu pusat pengolahan data.

Aplikasi yang sekarang diluncurkan tidak menggunakan satu pusat pengolahan data. Data-data yang dikumpulkan tetap berada di setiap ponsel. Data kontak ponsel itu akan tersimpan untuk beberapa waktu, lalu kemudian dihapus.

Corona-App ini dimaksudkan untuk memudahkan pelacakan Virus Corona dan mata rantai infeksi baru, dengan tujuan meredam penyebaran virus.

Corona-App memonitor dan mencatat secara otomatis kontak dekat seorang pengguna ponsel dengan orang-orang di sekitarnya setiap saat, dan akan memberi peringatan jika kemudian salah satu kontak diketahui terinfeksi Covid-19.

"Ada kemungkinan salah alarm”

Ketika memperkenalkan aplikasi itu di Berlin, Jens Spahn mengakui bahwa aplikasi mungkin saja memberi peringatan salah.

baca juga

"Kami tidak bisa menutup kemungkinan itu 100 persen", katanya.

Corona-App Jerman dikembangkan oleh perusahaan software terkemuka SAP bersama dengan lembaga penelitian dan pengendalian pandemi, Robert Koch Institut (RKI). Direktur SAP Jürgen Müller mengatakan, pelacakan kontak oleh aplikasi 80 persen benar, tetapi dalam 20 persen kasus ada kemungkinan kesalahan. Artinya, ada kontak berisiko yang tidak termonitor, atau sebaliknya kontak tanpa risiko yang dinyatakan berisiko.

"Langkah besar dalam perjuangan menghadapi pandemi"

Kepala Staf Kekanseliran Helge Braun mengatakan, ada banyak aplikasi pelacakan Corona yang sudah diluncurkan, tapi aplikasi Jerman menurut dia adalah "yang terbaik di dunia", dalam hal privasi dan perlindungan data.

Dia berharap masyarakat ramai-ramai mengunduh dan menggunakan aplikasi itu.

"Mengunduh dan menggunakannya adalah langkah kecil bagi masing-masing kita, tetapi merupakan langkah besar dalam perjuangan melawan pandemi," kata Helge Braun.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn menolak kritik bahwa peluncuran Corona-App itu terlalu terlambat.

"Banyak pekerjaan harus dilakukan untuk itu, itulah sebabnya butuh beberapa hari lebih lama," kata Jens Spahn kepada televisi Jerman, ZDF.

Jerman mengikuti negara-negara Eropa lain seperti Italia, Polandia dan Swiss, yang telah meluncurkan aplikasi Corona berbasis teknologi Bluetooth. Sebuah studi dari Oxford University menyebutkan, aplikasi Corona baru akan efektif jika digunakan oleh lebih 60 persen warga. hp/vlz (dpa, rtr)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang

Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30 WIB

John Herdman Bidik Amunisi Baru,, Pemain Jerman Ini Tawarkan Diri via Tiktok

John Herdman Bidik Amunisi Baru,, Pemain Jerman Ini Tawarkan Diri via Tiktok

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:13 WIB

Soal Nominal Sumbangan ASN yang 'Dipatok', PMI DKI Tegaskan Bulan Dana Bersifat Sukarela

Soal Nominal Sumbangan ASN yang 'Dipatok', PMI DKI Tegaskan Bulan Dana Bersifat Sukarela

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Jet Tempur F-16 Amerika Serikat Jatuh di Jerman

Jet Tempur F-16 Amerika Serikat Jatuh di Jerman

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:13 WIB

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 12:18 WIB

Kabar Buruk dari Jerman! Laurin Ulrich Dipanggil Tim Panzer, Batal Dinaturalisasi PSSI?

Kabar Buruk dari Jerman! Laurin Ulrich Dipanggil Tim Panzer, Batal Dinaturalisasi PSSI?

Bola | Senin, 21 September 2026 | 11:30 WIB

Bikin Siswa Makin Bodoh, Denmark Larang HP di Sekolah

Bikin Siswa Makin Bodoh, Denmark Larang HP di Sekolah

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:37 WIB

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Jerman Incar Industri Strategis RI, Semikonduktor dan Baterai EV Jadi Rebutan

Jerman Incar Industri Strategis RI, Semikonduktor dan Baterai EV Jadi Rebutan

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Terkini

Aturan Baru Ojol: Algoritma Order, Insentif hingga Suspend Akun Harus Transparan

Aturan Baru Ojol: Algoritma Order, Insentif hingga Suspend Akun Harus Transparan

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Praktik Rasuah BNPB Libatkan Vendor Penyedia Alat Komunikasi untuk Bencana Karhutla

Praktik Rasuah BNPB Libatkan Vendor Penyedia Alat Komunikasi untuk Bencana Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Siloam Hospitals TB Simatupang Tekankan Pentingnya Olahraga untuk Cegah Osteoporosis

Siloam Hospitals TB Simatupang Tekankan Pentingnya Olahraga untuk Cegah Osteoporosis

Health | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Ethereum Melesat, Indeks CFX10 Bangkit 2,3 Persen

Ethereum Melesat, Indeks CFX10 Bangkit 2,3 Persen

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Hanya Bisa Tundukkan Kepala, Momen Bupati Klaten Resmi Berompi Oranye Menuju Sel Tahanan

Hanya Bisa Tundukkan Kepala, Momen Bupati Klaten Resmi Berompi Oranye Menuju Sel Tahanan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:03 WIB

The Ordinary Jackpot: Apa yang Berubah saat Karyawan Biasa Menang Lotre?

The Ordinary Jackpot: Apa yang Berubah saat Karyawan Biasa Menang Lotre?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:00 WIB

7 Tips Memakai Foundation agar Tidak Cakey, Makeup Lebih Halus dan Tahan Lama

7 Tips Memakai Foundation agar Tidak Cakey, Makeup Lebih Halus dan Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Ajang Jakarta Esports 2026 Wadahi Gamer Lokal dan Industri Kreatif Ibu Kota

Ajang Jakarta Esports 2026 Wadahi Gamer Lokal dan Industri Kreatif Ibu Kota

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:57 WIB

WhatsApp Sasar 179 Ribu Orang Tua di Indonesia Lewat Program Pengasuhan Digital

WhatsApp Sasar 179 Ribu Orang Tua di Indonesia Lewat Program Pengasuhan Digital

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Kasus Impor Barang Tiruan, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Dituntut hingga 11,5 Tahun

Kasus Impor Barang Tiruan, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Dituntut hingga 11,5 Tahun

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:55 WIB

×