Petinggi FCC: Huawei dan ZTE Mengancam Keamanan Nasional AS

Dinar Surya Oktarini, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 02 Juli 2020 | 22:00 WIB
Petinggi FCC: Huawei dan ZTE Mengancam Keamanan Nasional AS
Logo Huawei. (Shutterstock)

Suara.com - Lembaga resmi Amerika Serikat, Federal Communications Commission (FCC) mengeluarkan pernyataan resmi berbau politik yang cukup mengejutkan. Perusahaan raksasa teknologi asal China, Huawei dan ZTE, dituduh serta diklaim sebagai ancaman terbesar bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

Pada akhir Juni 2020, FCC mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa raksasa teknologi China bisa berniat untuk terlibat dalam spionase industri skala besar.

Mengutip pernyataan dari Komisaris Brendan Carr, kedua perusahaan tersebut dituduh berhubungan langsung dengan "Komunis China".

Sebagai informasi, FCC merupakan lembaga resmi Amerika Serikat yang mengatur regulasi komunikasi melalui radio, TV, kabel, hingga satelit di seluruh AS.

FCC pula yang memberi kewenangan terkait sertifikasi ponsel yang akan dipasarkan di Amerika Serikat.

Logo Huawei. (Huawei)
Logo Huawei. (Huawei)

Peringatan yang dikeluarkan FCC di situs resminya semakin menambah panas hubungan Huawei dengan pemerintah Amerika Serikat.

Di tahun 2019, Huawei sudah dimasukkan dalam Daftar Hitam oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat.

Manuver yang dilakukan lembaga resmi AS ini juga semakin menambah panas dan "rumit" perang dagang antara AS-China.

Keputusan dari FCC berarti bahwa perusahaan tidak dapat menggunakan subsidi dari Dana Layanan Universal FCC untuk "membeli, memperoleh, memelihara, meningkatkan, memodifikasi atau mendukung peralatan serta layanan apa pun yang disediakan oleh Huawei dan ZTE".

baca juga
Peringatan resmi FCC atas Huawei dan ZTE yang dianggap mengancam keamanan nasional. (FCC)
Peringatan resmi FCC atas Huawei dan ZTE yang dianggap mengancam keamanan nasional. (FCC)

Kebijakan tersebut merupakan langkah terbaru yang diambil FCC untuk melindungi jaringan komunikasi Amerika dari ancaman yang ditimbulkan oleh China, klaim siaran pers FCC.

Dikutip dari GSM Arena, upaya sebelumnya termasuk meluncurkan larangan yang bertujuan menghapus perangkat Huawei dan ZTE dari jaringan komunikasi AS.

"Penunjukan ini adalah langkah terbaru yang diambil FCC untuk mengamankan jaringan komunikasi Amerika dari ancaman yang ditimbulkan oleh Komunis China dan aktor jahat yang mungkin akan melakukannya. Amerika telah membalik halaman tentang pendekatan yang lemah dan malu-malu terhadap Komunis China di masa lalu. Sekarang kita menunjukkan kekuatan yang dibutuhkan untuk mengatasi ancaman Komunis China," kata Komisaris Brendan Carr pada siaran pers yang dikeluarkan FCC.

Logo ZTE. (Twitter/ ZTEPress)
Logo ZTE. (Twitter/ ZTEPress)

Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat masih diperbolehkan untuk berdagang dengan Huawei dan ZTE di bidang-bidang tertentu.

Tetapi mereka tidak akan menerima insentif keuangan apa pun untuk melakukannya, yang akan mengarah pada pengasingan lebih lanjut.

Kata-kata menyerang mengenai "Komunis China" yang berkali-kali disebutkan pada sebuah siaran pers dari lembaga resmi FCC tentunya semakin menambah panas perang dagang Amerika Serikat dan China.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Borong 90 Persen Stok Remdesivir Dunia, Dipercaya Mampu Atasi Covid-19

AS Borong 90 Persen Stok Remdesivir Dunia, Dipercaya Mampu Atasi Covid-19

Health | Kamis, 02 Juli 2020 | 11:42 WIB

Huawei Mate 40 Tanpa Kamera di bawah Layar?

Huawei Mate 40 Tanpa Kamera di bawah Layar?

Tekno | Rabu, 01 Juli 2020 | 21:05 WIB

Justin Trudeau Tolak Tukar Bos Huawei dengan 2 Warganya yang Ditahan China

Justin Trudeau Tolak Tukar Bos Huawei dengan 2 Warganya yang Ditahan China

News | Sabtu, 27 Juni 2020 | 08:25 WIB

Terkini

2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!

2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:28 WIB

Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung

Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:17 WIB

Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru

Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:15 WIB

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

News | Sabtu, 05 September 2026 | 00:56 WIB

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:56 WIB

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:29 WIB

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 23:16 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Jakarta | Jum'at, 04 September 2026 | 23:04 WIB

×