alexametrics

Sampel Asteroid Ryugu Akan Tiba di Bumi Desember Mendatang

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Sampel Asteroid Ryugu Akan Tiba di Bumi Desember Mendatang
Asteroid Ryugu, yang berjarak 280 juta kilometer dari Bumi, seperti difoto oleh robot-robot Jepang pada pekan ini. [AFP/Jaxa]

Hayabusa 2 yang ditugaskan untuk mengambil sampel asteroid Ryugu, memulai perjalanannya kembali ke Bumi

Suara.com - Wahana antariksa milik Jepang, Hayabusa 2, yang ditugaskan untuk mengambil sampel asteroid Ryugu, memulai perjalanannya kembali ke Bumi pada 13 November 2019. Sekarang, misi Hayabusa 2 dijadwalkan akan mendarat di South Australian Outback pada 6 Desember 2020 waktu setempat.

Badan antariksa Jepang (JAXA) dan Badan Antariksa Australia mengumumkan penjadwalan tersebut pada 14 Juli. JAXA telah mengajukan permohonan Otorisasi Pengembalian Benda Luar Angkasa yang Diluncurkan di Luar Negeri (AROLSO) dan kedua lembaga tersebut saat ini sedang dalam proses mengonfirmasikan hal ini. Permohonan tersebut akan disetujui berdasarkan Undang-Undang Kegiatan Luar Angkasa Australia yang mulai berlaku pada 1998.

Hayabusa 2 diluncurkan pada Desember 2014 dan tiba di Ryugu pada Juni 2018. Kemudian kapal induk Hayabusa 2 mengambil beberapa bahan permukaan asteroid pada Februari 2019.

Hayabusa 2 membutuhkan waktu 3,5 tahun untuk sampai ke asteroid Ryugu, tapi perjalanan kembali ke Bumi diperkirakan akan jauh lebih cepat. Misi pengambilan sampel itu akan mendarat di Kompleks Range Woomera, fasilitas Australia Selatan yang dijalankan oleh Angkatan Udara Australia.

Baca Juga: Wahana Antariksa Hayabusa 2 Siap Kembali ke Bumi

Dilansir dari Space.com, Kamis (16/7/2020), sampel Ryugu diyakini para ilmuwan dapat menjelaskan pembentukan dan evolusi asteroid, serta peran batuan luar angkasa yang kaya karbon dalam membantu kehidupan di Bumi.

Wahana antariksa milik Jepang, Hayabusa 2. [AFP/Jiji Press]
Wahana antariksa milik Jepang, Hayabusa 2. [AFP/Jiji Press]

Selama misinya di sekitar asteroid dalam waktu 17 bulan, Hayabusa 2 telah mengirim gambar pertama yang diambil dari permukaan asteroid. Hayabusa 2 juga mendapatkan analisis rinci tentang benda langit serta mengumpulkan tiga sampel tanah, yaitu dua dari permukaan dan satu dari dalam tanah.

Wahana antariksa itu harus menembakkan peluru seberat 2,5 kilogram ke dalam asteroid, untuk mengekspos puing-puing bawah permukaan dan mengumpulkan sampel pertama dari bawah tanah asteroid.

Setelah pendaratannya nanti, ada kemungkinan bahwa Hayabusa 2 akan dikirim kembali lebih jauh ke ruang angkasa untuk menyelidiki asteroid lain.

Baca Juga: Sukses, Hayabusa 2 Ambil Sampel Kedua Asteroid Ryugu

Komentar