Mengenal Pesut yang Terlihat Lagi di Sungai Mahakam

Dany Garjito, Hani

Rabu, 22 Juli 2020 | 15:31 WIB
Mengenal Pesut yang Terlihat Lagi di Sungai Mahakam
Kemunculan ikan pesut di Sungai Mahakam. (Twitter/@BahriBpp)

Suara.com - Pesut Mahakam yang statusnya terancam punah, tiba-tiba menggemparkan warganet. Pasalnya, beberapa ekor Pesut Mahakam terlihat berenang dan melompat-lompat di permukaan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Dalam video yang diunggah oleh akun Twitter @BahriBpp dan @RheyKhabiza yang dilansir Suara.com pada Selasa (21/7/2020), warga bersorak sorai saat melihat kemunculan mamalia yang kini sudah jarang ditemukan lagi itu.

"Mantap, mantap, mantap. Banyak sekali pesutnya!" teriak warga dari pinggir sungai.

Pesut Mahakam yang dikenal oleh peneliti dengan nama Irrawaddy Dolphin memiliki nama latin Orcaella brevirostris. Hewan mamalia yang juga disebut lumba-lumba air tawar ini berbeda dengan keluarga mamalia laut lainnya. 

Melansir dari Animal Diversity dan IUCN Red List, habitat asli Pesut Mahakam merupakan Sungai Mahakam. Namun, pesut air tawar lainnya juga ditemui di berbagai negara. Pesut air tawar menyukai habitat seperti pesisir sungai berlumut, payau di muara sungai, dan delta. Selain di Indonesia, pesut air tawar juga ditemukan di Danau Chilka, India, dan Songhkla Thailand.

Selain berbeda habitat, Pesut Mahakam juga berbeda bentuk anatomi kepala jika dibandingkan dengan lumba-lumba laut. Jika lumba-lumba laut memiliki moncong di dahinya, Pesut Mahakam memiliki dahi yang tinggi berbentuk bundar.

Ciri-ciri tubuh Pesut Mahakam lainnya yakni, memiliki kepala bundar, mata yang kecil, tubuh berwarna abu-abu tua, berwarna lebih pucat di bagian bawah, tidak memiliki pola yang khas, dan sirip punggungnya kecil juga membundar.

Hewan mamalia air tawar ini bergerak dalam kawanan kecil. Meski pandangannya tidak terlalu tajam karena tinggal di air berlumpur, sensor gelombang ultrasonik tetap digunakan seperti kerabatnya, lumba-lumba laut.

Dalam satu populasi, Pesut Mahakam hanya melahirkan satu kali dalam tiga tahun. Artinya, mamalia air tawar yang satu ini tidak bereproduksi setiap tahunnya. Umur ideal bagi Pesut Mahakam untuk bereproduksi adalah 3-6 tahun. Adapun masa kehamilannya sekitar 9 sampai 14 bulan.

baca juga

Meski begitu, populasi Pesut Mahakam di Sungai Mahakam terus menurun. Selain karena harus bersaing dengan nelayan yang mengambil udang dan ikan yang merupakan makanannya di sungai, juga karena habitatnya yang terganggu akibat lalu lintas perairan Sungai Mahakam. Tak hanya itu, tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya juga mengganggu habitat Pesut Mahakam.

Pesut Mahakam merupakan hewan tertinggi dalam rantai ekosistemnya. Predator satu-satunya dari mamalia air tawar ini adalah manusia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Langka, Warga Heboh Pesut Kembali Muncul di Sungai Mahakam

Sudah Langka, Warga Heboh Pesut Kembali Muncul di Sungai Mahakam

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 07:45 WIB

Tikus Kecil Jadi Mamalia yang Hidup di Tempat Tertinggi di Dunia

Tikus Kecil Jadi Mamalia yang Hidup di Tempat Tertinggi di Dunia

Tekno | Rabu, 25 Maret 2020 | 20:12 WIB

Mengagumkan, 2 Paus Orca Muncul untuk Pertama Kalinya di Perairan Malaysia

Mengagumkan, 2 Paus Orca Muncul untuk Pertama Kalinya di Perairan Malaysia

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 08:50 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×