Pendapatan Kian Seret, Twitter Pertimbangkan Pasang Tarif untuk Pengguna

Liberty Jemadu
Pendapatan Kian Seret, Twitter Pertimbangkan Pasang Tarif untuk Pengguna
CEO dan pendiri Twitter, Jack Dorsey berbicara dalam sebuah pertemuan dengan pelajar India di New Delhi, 22 November 2018. [AFP/Prakash Singh]

Twitter memang melaporkan peningkatan drastis jumlah pengguna. Tetapi di saat yang sama, pendapatan justru menurun.

Suara.com - Twitter sedang mencari cara baru untuk memperoleh pendapatan dari para penggunanya, termasuk model bisnis yang meminta biaya berlangganan pada para pengguna, setelah pendapatannya dari iklan menurun.

CEO Twitter, Jack Dorsey, dalam konferensi online dengan para pemegang saham, Kamis (23/7/2020), bahwa ada kemungkinan model berbayar ini akan diujicobakan pada tahun ini juga.

"Kita mungkin akan melihat ada beberapa uji coba tahun ini," kata Dorsey seperti dilansir dari CNN.

Dalam laporan keuangan terbaru, Twitter memang melaporkan peningkatan drastis jumlah pengguna. Tetapi di saat yang sama, pendapatan justru menurun.

Rumor soal Twitter berbayar sudah santer terdengar pada awal Juli dan dipantik oleh iklan rekrutmen yang mencari karyawan untuk mengembangkan sistem berlanganan.

Lebih lanjut kepada para investor Dorsey mengatakan bahwa sistem langganan berbayar tidak akan menjadi satu-satunya sumber pemasukkan. Sumber dari iklan masih akan menjadi salah satu pilihan.

"Kami sungguh yakin ada ruang untuk langganan berbayar yang akan menjadi pelengkap, ada ruang untuk dagang online untuk jadi pelengkap," beber dia.

Meski demikian hingga saat ini belum ada kepastian soal rencana Twitter berbayar itu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS